Wakil Wali Kota Palu Apresiasi Partisipasi Warga dalam Perencanaan Kawasan Kampung Adaptif Iklim

waktu baca 2 menit
Wakil Wali Kota Reny menyampaikan apresiasi kepada masyarakat kedua wilayah yang tetap semangat mengikuti kegiatan meskipun cuaca panas. (Foto : Istimewa).

Diksi.net, Palu – Wakil Wali Kota Palu, dr. Reny A. Lamadjido, menghadiri kegiatan Pemaparan Hasil Perencanaan Partisipatif yang diadakan oleh Yayasan Arkom Indonesia. Acara ini berlangsung di Hunian Tetap (Huntap) Relokasi Mandiri, Kelurahan Mamboro, sebagai bagian dari inisiasi workshop perencanaan kawasan kampung adaptif iklim di dua wilayah, yakni RT 01 RW 01 Kelurahan Mamboro Barat dan RT 04 RW 01 Kelurahan Mamboro.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Reny menyampaikan apresiasi kepada masyarakat kedua wilayah yang tetap semangat mengikuti kegiatan meskipun cuaca panas. 

“Saya sangat mengapresiasi masyarakat di Kelurahan Mamboro dan Mamboro Barat yang luar biasa. Meskipun panas, masyarakat tetap semangat mengikuti kegiatan ini,” ungkap Reny, minggu (18/02/2024).

BACA JUGA :  Pasar Murah Ramadan, Bantu Warga Dapatkan Sembako Murah

Kota Palu merupakan salah satu kota yang terpilih untuk penerapan program Yayasan Arkom Indonesia, yang dimulai sejak pasca bencana Gempa, Tsunami, dan Likuifaksi tahun 2018. Yayasan Arkom Indonesia telah fokus mendampingi wilayah pesisir, termasuk Kelurahan Mamboro dan Mamboro Barat, berdasarkan survei yang mempertimbangkan aspek sosial, lingkungan, dan penanganan bencana.

Pada periode 2018-2021, Yayasan Arkom Indonesia bersama masyarakat berhasil mengimplementasikan konsep relokasi mandiri kelompok di wilayah Mamboro, dengan membangun 39 unit rumah. Setelah fase rehabilitasi dan rekonstruksi, Yayasan Arkom kini fokus membantu masyarakat menata kembali wilayah pesisir yang menjadi tempat bermukim sebelum bencana.

BACA JUGA :  Gubernur Menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT Sulteng ke-60

Yayasan Arkom Indonesia menilai bahwa wilayah pesisir Mamboro memerlukan perhatian serius dalam hal perencanaan, mengingat identitas kultural, permukiman sementara yang belum tertata, aktivitas perekonomian khas seperti penjemuran ikan, serta tingginya kerawanan bencana. Dampak krisis iklim juga memperparah kondisi sekitar pesisir, sehingga penataan kawasan menjadi tahap awal dalam menciptakan kampung percontohan berbasis mitigasi bencana.

Dalam mendukung visi kampung adaptif iklim, Yayasan Arkom Indonesia mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam proses perencanaan bersama masyarakat. Wakil Wali Kota Reny berkomitmen bahwa Pemerintah Kota Palu melalui dinas terkait akan mencatat semua usulan masyarakat. “InsyaAllah nanti sekretaris Dinas PU akan mencatat. Kita pelan-pelan, jadi posabara sakide (bersabar sedikit, red) InsyaAllah pelan-pelan jalan kita benahi,” ujarnya.

BACA JUGA :  Gubernur Sulteng Tegaskan Pentingnya PAD dan Disiplin Pengawasan

Wakil Wali Kota Reny juga mengusulkan program penanaman 1.000 pohon cabai kepada masyarakat setempat. Jika ada lahan kosong, kelompok tani dapat dibentuk dan diberikan bibit oleh Pemerintah Kota Palu, sebagai langkah awal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *