Pertumbuhan Ekonomi Sulteng 13,06 Persen, Kedua Nasional Setelah Maluku Utara

waktu baca 2 menit
Konferensi pers perihal pertumbuhan ekonomi Ulteng pada kuartal III. (Foto : ist).

Diksi.net, Palu – Pada kuartal ke III tahun 2023 ekonomi Sulawesi Tengah tumbuh 13,06 persen (yoy), dan merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di bawah Provinsi Malukut Utara. Kuatnya pertumbuhan ekonomi Sulteng pada kuartal ketiga didukung oleh semua komponen PDRB. Pertumbuhan yang impresif tersebut mampu mendongkrak kontribusi perekonomian Sulteng terhadap perekonomian Nasional sebesar share 1,71 persen pada Tw III-2023, dan juga share sebesar 23,61 persen terhadap perekonomian Pulau Sulawesi.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Sulawesi Tengah Yuni Wibawa menjelaskan, kuatnya pertumbuhan ekonomi Sulteng pada kuartal ketiga didukung oleh semua komponen PDRB. Pada sisi pengeluaran kinerja ekspor masih tinggi, konsumsi rumah tangga semakin membaik, serta konsumsi pemerintah yang tumbuh positif.

BACA JUGA :  Gerakan Tanam Bawang Merah, Upaya Pemkot Kendalikan Inflasi Pangan

“Pertumbuhan ekonomi Sulteng yang kuat juga tercermin dari sisi produksi, terutama ditopang oleh Sektor Industri Pengolahan, kemudian diikuti sektor Pertambangan dan Penggalian, serta sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan,” ungkap Yuni Wibawa, Kamis (21/12/2023) kemarin.

lebih lanjut, kata Yuni, berakhirnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak akhir Desember 2022, serta pelaksanaan HBKN Idul Fitri dan Idul Adha juga menjadi katalisator perbaikan mobilitas dan konsumsi masyarakat di Sulteng, sehingga aktivitas ekonomi di Sultengpun terus membaik.

BACA JUGA :  Ponpes NW Auma Dukung Ops Madago Raya Cegah Radikalisme

“Dibandingkan provinsi lainnya di Regional Sulawesi, pertumbuhan ekonomi Sulteng tiap tahunnya menunjukan kenaikan yang paling tinggi,” lanjutnya.

Sementara dari sisi Inflasi, Yuni mengatakan bahwa Inflasi regional Sulteng di bulan November tercatat masih terkendali di level 0,14 persen (mtm), 2,13 persen (ytd), atau 2,94 persen (yoy). Meskipun capaian inflasi tahunan (yoy) mengalami kenaikan dibandingkan dengan inflasi bulan Oktober yang tercatat sebesar 2,65 persen (yoy) dan sedikit lebih tinggi dibanding angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 2,56 persen (yoy), namun inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran 3,0±1 persen.

BACA JUGA :  Anwar Hafid Minta Tenant IMIP Tertib dan Perhatian Lingkungan

“Sektor penyumbang inflasi tahunan Sulteng pada November berada pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 8,55 persen yoy. Adapun dari sisi komoditas, 3 komoditas yang memiliki andil Inflasi yang terbesar pada bulan November adalah komoditas Cabai Rawit, Angkutan Udara, dan Cabai Merah,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *