Yayasan PKPA Adakan Pameran Ketangguhan dirangkaikan Dengan Hari Anak

waktu baca 2 menit
Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) telah melaksanakan pameran ketangguhan dirangkaikan dengan peringatan hari anak nasional 2023. (Foto : Redaksi Diksi).

Diksi.net, Palu – Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) telah melaksanakan pameran ketangguhan dirangkaikan dengan peringatan hari anak nasional 2023.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh binaan PKPA yang ada di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala. Pembinaan masyarakat yang dilakukan oleh yayasan PKPA masuk dalam program pemulihan pasca bencana yang mata pencahariannya terdampak. Dengan harapan dapat memulihkan kembali bisnis dan pemasukan masyarakat.

BACA JUGA :  Narkotika Jaringan Internasional digagalkan Polda Sulteng

Direktur Eksekutif Yayasan PKPA, Keumala Dewi mengatakan program yang saat ini dijalankan adalah untuk mendampingi masyarakat rentan dan terdampak bencana.

“Saat ini sudah ada 9 kelompok dampingan yayasan PKPA, dimana setiap kelompoknya memiliki 20 – 30 anggota. Setiap kelompoknya juga menabung, mengembangkan usaha individu dan usaha kelompok,” Kata Dewi, Sabtu (22/07/2023). 

Hasil dari kegiatan yang telah diikuti oleh masyarakat terlihat dari keberlanjutan hidup anggota kelompok yang tidak lagi bergantung dari kredit dengan bunga tinggi. Juga memberikan makanan sehat kepada anak dan keluarga tidak lagi menjadi keluarga.

BACA JUGA :  Penemuan Senjata Rakitan di Pantai Tumora

“Pemberdayaan ekonomi ini sangat berdampak pada kelompok binaan, karena mereka dapat kembali produktif dan tidak pengangguran lagi,” tuturnya. 

Sementara itu, bahan dasar yang menjadi olahan kelompok binaan Yayasan PKPA kebanyakan bersumber dari hasil pertanian masyarakat sendiri, seperti singkong hingga menjadi keripik. Ikan yang kemudian diolah menjadi abon dan dikemas sedemikian rupa untuk menarik konsumen.

BACA JUGA :  Festival Tampolore, Ikhtiar Poso Promosikan Budaya dan Alam ke Dunia

Yayasan PKPA juga menekankan untuk memanfaatkan sumber daya yang ada di desa masing-masing. Sehingga desa juga  turut menikmati hasil dari produk yang telah dilaksanakan dan diproduksi oleh anggota kelompok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *