DSLNG Peringati Hari Lingkungan Hidup, Dengan Aksi Bersih Sampah Plastik

waktu baca 2 menit
Dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia PT Donggi-Senoro LNG melakukan aksi bersih pantai dari sampah plastik. (Foto : Istimewa).

Diksi.net, Palu – Dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia PT Donggi-Senoro LNG melakukan aksi bersih pantai dari sampah plastik hingga ke Telaga Paisupok di Desa Lukpanenteng, Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. 

Sebelumnya, aksi bersih pantai juga dilaksanakan di area sekitar Kilang DSLNG di Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai pada Sabtu (10/6/2023) lalu.

BACA JUGA :  Bawaslu Kota Palu Tekankan Netralitas ASN dan Penertiban APK Jelang Pemilu 2024

Aksi tersebut dilaksanakan sepanjang jalan Desa Lukpanenteng yang juga merupakan bibir pantai berbatu. Aksi bersih itu dipimpin langsung oleh Senior Manager QHSE, Akhmad Khakim, bersama dengan karyawan dan pekerja di lingkungan DSLNG. Tim ini menempuh perjalanan sekitar satu jam menggunakan kapal cepat dari Kilang DSLNG di Kabupaten Banggai untuk sampai di Lukpanenteng di Kabupaten Banggai Kepulauan.

BACA JUGA :  Sebanyak 33 Kali Gempa Susulan Terjadi di Daerah Sigi

Desa Lukpanenteng sendiri saat ini semakin dikenal luas, terutama lewat media sosial, sebagai tujuan wisata populer karena keindahan telaga Paisupok dan Paisubatango yang jernih dan bening.

Meningkatnya jumlah kunjungan wisata termasuk dari mancanegara memberi dampak terhadap sampah plastik bagi desa di pesisir Selat Peling. Sehingga aksi bersama mengumpulkan sampah plastik oleh DSLNG diharapkan menjadi pengingat bahwa perilaku manusia terhadap plastik dan cara kita mengendalikannya bisa berdampak besar terhadap kelestarian lingkungan.

BACA JUGA :  Santika Palu Hadirkan Menu April Spesial

Plastik dapat diserap dan menjadi polutan bagi laut, tanah, dan hutan, serta menyebabkan kerusakan jangka panjang yang tidak dapat diperbaiki. Untuk itu, kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah khususnya sampah plastik perlu terus di budayakan untuk kehidupan yang lebih maju dan berkelanjutan di masa mendatang. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *