Krisis Air Bersih Pasca Gempa Sigi, PT EDC Panas Bumi dan PMI Pasok 100 Ribu Liter Air

waktu baca 3 menit

Diksi.net, Sigi – PT EDC Panas Bumi Indonesia (EDCPBI) bergerak cepat mengatasi krisis air bersih yang melanda korban gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), perusahaan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 100.000 liter air bersih dan 11 unit tandon air.

Bantuan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di Kecamatan Palolo pascagempa berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada 16 Juni 2026 lalu.

Langkah taktis ini diambil setelah EDCPBI berkoordinasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Sigi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Berdasarkan hasil asesmen cepat di lapangan, rusaknya jalur pipa air menjadikan air bersih sebagai salah satu kebutuhan paling mendesak bagi warga selama masa tanggap darurat.

Berdasarkan data pemutakhiran dari LAPSIS BPBD Kabupaten Sigi per 29 Juni 2026, dampak dari bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 ini tercatat cukup masif karena memengaruhi setidaknya 11.873 jiwa warga setempat. Peristiwa alam tersebut juga menelan korban jiwa sebanyak 3 orang meninggal dunia serta mengakibatkan 125 orang lainnya mengalami luka-luka.

BACA JUGA :  Menteri P2MI Dorong Generasi Muda Sulteng Jadi Pekerja Migran Berdaya Saing

Selain memicu korban jiwa, kerugian material di lapangan juga tergolong besar dengan laporan kerusakan mencapai 3.980 unit rumah tinggal. Gempa tersebut juga merusak sedikitnya 214 fasilitas umum yang kini mengalami kerusakan serius hingga tidak dapat difungsikan untuk sementara waktu.

Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) PT EDC Panas Bumi Indonesia, Zulfikar Ali Achmad, menegaskan aksi peduli ini merupakan wujud nyata komitmen sosial dan kemanusiaan perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.

“Keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional kami merupakan prioritas utama perusahaan. Melalui bantuan ini, kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak serta mendukung percepatan proses pemulihan pascabencana.” Zulfikar Ali Achmad, Kepala Teknik Panas Bumi PT EDC Panas Bumi Indonesia.

BACA JUGA :  AA-AKA Tampil Meyakinkan dalam Debat Perdana Pilgub Sulteng

Untuk memastikan pasokan air dapat diakses secara merata dan efisien, 11 unit tandon air berkapasitas besar ditempatkan di sejumlah titik pengungsian strategis. Fasilitas penampungan air ini disebar secara merata ke tujuh desa di Kecamatan Palolo, yaitu Desa Rejeki, Desa Tangoa, Desa Tanah Harapan, Desa Sarumana, Desa Ue Nuni, Desa Sejahtera, dan Desa Karunia.

Sementara itu, pasokan 100.000 liter air bersih disalurkan secara bertahap langsung menggunakan armada truk tangki air milik PMI dan BPBD. Langkah pengiriman berkala ini ditujukan untuk mengisi tandon-tandon penampungan tersebut demi menjaga ketersediaan pasokan sanitasi dan konsumsi harian seluruh warga terdampak.

Kolaborasi taktis dengan PMI Kabupaten Sigi menjadi kunci utama agar rantai distribusi bantuan berjalan efektif, cepat, dan tepat sasaran tanpa adanya tumpang tindih di lapangan.

BACA JUGA :  Pilkada Usai, Waktunya Masyarakat Sulteng Bersama Membangun Negeri

Apresiasi mendalam disampaikan oleh Pemerintah Daerah melalui Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sigi, Henri Kusuma Rombe. Menurutnya, respons tanggap dari sektor swasta sangat meringankan beban daerah dalam masa pemulihan ini.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian serta langkah cepat PT EDC Panas Bumi Indonesia. Penyaluran 11 unit tandon air dan 100.000 liter air bersih sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar pascagempa. Sinergi seperti ini menjadi kunci utama dalam keberhasilan penanganan bencana di Kabupaten Sigi,” Henri Kusuma Rombe, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sigi.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PT EDC Panas Bumi Indonesia berkomitmen untuk tidak sekadar memberikan bantuan darurat sesaat, melainkan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkontribusi aktif dalam upaya transisi pemulihan masyarakat Sigi hingga situasi kembali normal.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *