Wagub Reny Dorong Penguatan Puskesmas dan Klinik

waktu baca 2 menit

Diksi.net, Palu – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes menegaskan pentingnya penguatan klinik dan puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di era Program BERANI Sehat.

Hal tersebut disampaikan Reny Lamadjido saat membuka Smart Primary Care Expo and Symposium di Hotel Gransya, Kamis (21/5/2026).

Menurut Wagub Reny, penguatan layanan kesehatan primer menjadi kunci untuk mengurangi antrian panjang dan lonjakan pasien di rumah sakit rujukan. “Selesaikan dulu di primer supaya rumah sakit tidak penuh,” tegasnya.

BACA JUGA :  Jatanras Polda Sulteng Ringkus Pelaku Pencuri Spesialis Pecah Kaca Mobil

Reny menjelaskan bahwa Program BERANI Sehat merupakan terobosan Pemprov Sulteng untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat pemegang KTP Sulteng. Sepanjang tahun 2025, program ini telah memberikan manfaat kepada lebih dari 173 ribu warga Sulawesi Tengah.

Program ini sangat membantu masyarakat yang belum terdaftar BPJS Kesehatan, mengalami tunggakan iuran, maupun yang status Penerima Bantuan Iuran (PBI)-nya dicabut. Namun, tingginya animo masyarakat menyebabkan rumah sakit rujukan seperti RS Undata mengalami lonjakan pasien.

BACA JUGA :  Satgas Madago Raya Gandeng Rumah Qur'an Imam Syafi'i Cegahan Paham Radikalisme

“Sebanyak 70 persen pelayanan di rumah sakit sebenarnya bisa ditangani terlebih dahulu di fasilitas primer,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Wagub Reny berharap Smart Primary Care Expo and Symposium dapat menjadi momentum bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan di puskesmas serta klinik. Ia juga berencana menandatangani MoU dengan Asosiasi Klinik Indonesia (ASKLIN) Sulteng dan BPJS Kesehatan guna memperkuat implementasi BERANI Sehat di tingkat primer.

BACA JUGA :  Komisi II DPRD Sulteng Konsultasi Raperda Penyelenggaraan Labuh Jangkar Kapal di Kemenhub RI

“Semoga dari kegiatan ini kita bisa mendapatkan strategi yang tepat untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan primer di Sulawesi Tengah,” harap dr. Reny A. Lamadjido.

Istianah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *