Jelang Idul Adha, Karantina Sulteng Perketat Pengawasan Hewan Kurban Sapi

waktu baca 2 menit
Pemeriksaan ternak sapi oleh Badan Karantina Sulawesi Tengah sebelum di sebrangkan ke provinsi tujuan. (foto : Ist).

Diksi.net, Palu – Menjelang Idul adha 2026, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tengah (Karantina Sulteng) memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban. Langkah ini dilakukan untuk menjamin kesehatan ternak sekaligus keamanan pangan masyarakat.

Kepala Karantina Sulawesi Tengah, Ahmad Alfian, menyatakan pihaknya meningkatkan pengawasan ketat terhadap sapi yang keluar maupun masuk wilayah Sulawesi Tengah.

“Pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan secara ketat melalui serangkaian tindakan karantina, termasuk pemeriksaan fisik, verifikasi dokumen kesehatan, serta pemantauan penyakit hewan menular strategis,” jelas Alfian, Kamis (7/5/2026).

BACA JUGA :  Sulteng Perluas Kerjasama Dagang dengan Mesir: Prioritaskan Ekspor Kopi dan Kelapa

Menurut data sistem otomasi Badan Karantina Indonesia (Best Trust) hingga 7 Mei 2026, sebanyak 1.815 ekor sapi telah berhasil dilalulintaskan keluar Sulawesi Tengah, mayoritas menuju Balikpapan. Masih ada sekitar 500 ekor lagi yang sedang dalam proses pengajuan pemeriksaan karantina.

Alfian menambahkan bahwa Sulawesi Tengah merupakan salah satu penyuplai utama sapi untuk wilayah Kalimantan. Karena itu, pengawasan ketat sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan daerah tujuan dan melindungi masyarakat dari risiko penyakit.

BACA JUGA :  Tangan-Tangan Tak Terlihat di Balik Tambang Emas Ilegal Sulawesi Tengah

Instalasi Karantina Hewan Sulteng memiliki kapasitas 350–400 ekor sapi. Setiap hewan yang akan diberangkatkan wajib melalui pemeriksaan kesehatan lengkap untuk mencegah penularan penyakit berbahaya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), serta Brucellosis.

“Kami juga memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha agar distribusi ternak berjalan lancar dan sesuai ketentuan,” tegas Alfian.

BACA JUGA :  Wakil Ketua Umum Partai Nadem Lepas Mudik Gratis

Ia menegaskan bahwa seluruh layanan karantina telah dilakukan secara digital, transparan, dan bebas pungli. Tidak ada lagi pembayaran secara cash di luar ketentuan resmi.

“Dengan berbagai langkah ini, kami menjamin kelancaran distribusi hewan kurban serta ketersediaan daging yang sehat, aman, dan halal bagi masyarakat,” pungkas Alfian.

Moh. Sharfin
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *