ORI Campak Digelar di Palu, Respons Cepat Hadapi KLB Campak

waktu baca 2 menit

Diksi.net, Palu – Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Kesehatan melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak mulai 30 Maret hingga 11 April 2026. Program ini menjadi respons cepat terhadap peningkatan kasus campak yang telah mendorong penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di kota tersebut.

Kegiatan ORI Campak mengacu pada Surat Edaran Wali Kota Palu. Surat edaran tersebut menekankan pentingnya upaya komprehensif untuk mencegah meluasnya penularan serta menekan angka kesakitan dan kematian akibat campak.

BACA JUGA :  Bawaslu Minta Parpol Tidak Berlebihan Dalam Melakukan Sosialisasi dan Pendidikan Politik

Pelaksanaan ini juga menindaklanjuti Surat Kementerian Kesehatan RI Nomor IM.02.03/C/1082/2026 tertanggal 3 Maret 2026 tentang Respon Imunisasi terhadap Peningkatan Kasus dan KLB Campak Tahun 2026. Program ORI menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan dengan pemberian satu dosis vaksin campak tambahan, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya.

Kegiatan berlangsung di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) yang telah ditunjuk di Kota Palu. Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Salah satunya datang dari Siti Masyita, warga Kelurahan Talise, yang membawa dua anaknya ke puskesmas setempat untuk mendapatkan imunisasi.

BACA JUGA :  Stafsus Kementan RI Tinjau Langsung Permasalahan Petani di Kabupaten Banggai

“Imunisasi ini sangat penting untuk menjaga kesehatan anak, terutama di tengah situasi KLB campak seperti sekarang,” ujar Siti.

Ia menambahkan bahwa pemberian vaksin campak menjadi langkah tepat untuk melindungi anak-anak, khususnya pada kelompok usia 9–18 bulan dan 19–59 bulan yang menjadi sasaran utama.

Pemerintah Kota Palu mengimbau seluruh orang tua untuk segera memanfaatkan layanan ORI Campak di puskesmas terdekat. Upaya ini diharapkan dapat memutus rantai penularan campak dan memberikan perlindungan optimal bagi generasi anak-anak di Palu.

BACA JUGA :  Schistosomiasis Meningkat, Sulteng Terima 4000 Tablet Obat

Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, diharapkan Kota Palu dapat segera mengendalikan KLB dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat.

Istianah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *