Kolaborasi Bersama untuk Hutan Lestari Berkelanjutan

waktu baca 2 menit
Dr. Uwe Ballhorn, ahli kehutanan saat melakukan penanaman pohon cendana di area arboretum. (foto : Subarkah).

Diksi.net, Palu – Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) membuka peluang kolaborasi luas dengan pihak nasional dan internasional untuk pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati. Langkah ini ditegaskan saat menerima kunjungan Dr. Uwe Ballhorn, Technical Project Manager Team Forest and Land Use dari Inisiatif Iklim Internasional (IKI-ZUG) Jerman, di Taman Hutan Raya (Tahura) Kapopo pada Rabu (22/10/2025).

Susanto Wibowo, Kepala Bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), mewakili Kepala Dinas Kehutanan Sulteng, menyambut hangat kunjungan tersebut. 

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini, khususnya di Sulawesi Tengah dan langsung di Tahura Kapopo. Kawasan ini menjadi ruang hidup bagi berbagai spesies endemik, sekaligus sumber pengetahuan, penelitian, dan pembelajaran bagi generasi muda,” ujar Susanto.

BACA JUGA :  Jasa Raharja Siap KolaborasiWujudkan Pengamanan Nataru

Ia menambahkan, melalui kemitraan seperti ini, diharapkan terjadi pertukaran pengalaman dan dukungan untuk mengembangkan konservasi berbasis masyarakat serta penguatan ekowisata berkelanjutan. “Menjaga hutan berarti menjaga masa depan. Kami berkomitmen mengelola kawasan ini secara lestari, melibatkan masyarakat sekitar, dan membuka kolaborasi dengan berbagai pihak. Semoga kunjungan ini membawa manfaat nyata bagi konservasi dan pembangunan berkelanjutan di Sulteng,” pintanya.

Dr. Uwe Ballhorn, seorang ahli kehutanan yang mengaku jatuh cinta dengan Indonesia karena kekayaan hutan dan biodiversitasnya, menyatakan penghargaan atas kerjasama yang terjalin. Ia bahkan mendapat kesempatan langka menanam satu pohon cendana di area arboretum seluas 2 hektare. “Saya berharap bisa kembali dan melihat pohon yang saya tanam tumbuh besar,” katanya.

BACA JUGA :  Banjir Landa Tiga Kecamatan Dataran Toili, Polisi Terjun Evakuasi Warga Terdampak

Uwe sempat bertanya tentang kecepatan pertumbuhan cendana, yang di Jerman memerlukan waktu hingga 30 tahun. Petugas Tahura Kapopo menjawab bahwa di lokasi tersebut, cendana tumbuh relatif cepat. Sebagai bukti, mereka menunjukkan pohon cendana berusia 2 tahun yang telah mencapai tinggi sekitar 2 meter.

Area arboretum Tahura Kapopo akan ditanami berbagai pohon endemik yang dikontribusikan oleh masing-masing Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di bawah Dinas Kehutanan Sulteng. Inisiatif ini bertujuan melestarikan keanekaragaman hayati sekaligus menciptakan laboratorium alam untuk pendidikan dan penelitian.

BACA JUGA :  KPU Kota Palu Targetkan Partisipasi Pemilih 78 persen pada Pilkada 2024

Kunjungan ini dihadiri Koordinator Provinsi GIZ Sulawesi Tengah, Commission Manager Solusi Project, Senior Advisor Solusi Project, Koordinator Solusi Wilayah Sulawesi Tengah, Tim GIZ, Kepala Tahura Sulteng, ICRAFT, mitra Yayasan KEHATI, Relawan untuk Orang dan Alam, serta mahasiswa Universitas Tadulako dan Universitas Muhammadiyah Sulawesi Tengah yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Tahura Kapopo.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *