Yayasan Darul Wahyain Poso Dukung Satgas Madago Raya Cegah Radikalisme

waktu baca 2 menit
Yayasan Darul Wahyain Poso, pesantren Poso. (Foto : ist).

Diksi.net, Poso – Yayasan Pondok Pesantren Darul Wahyain, yang berlokasi di Desa Pandajaya, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, menyatakan dukungannya terhadap Satgas Operasi Madago Raya dalam upaya mencegah penyebaran paham radikal dan intoleran di wilayahnya.

Pimpinan Yayasan Darul Wahyain, Ustaz Rahmat, menegaskan bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan aparat keamanan guna menjaga stabilitas dan kondusivitas di Poso, khususnya di Kecamatan Pamona Selatan.

“Kami mendukung langkah-langkah pencegahan radikalisme dan akan terus berkontribusi dalam membangun generasi muda yang berakhlak Qurani serta berwawasan kebangsaan,” ujar Ustaz Rahmat.

BACA JUGA :  Eks Napiter Siap Bantu Cegah paham Radikal

Yayasan ini berawal dari sebuah Rumah Quran yang didirikan pada 2017 oleh H. Usman, ayah kandung Ustaz Rahmat. Setahun kemudian, statusnya berubah menjadi yayasan pesantren dengan jumlah santri yang kini mencapai sekitar 100 orang.

Pesantren ini mengajarkan kurikulum umum setingkat SMP dan SMA, serta berbagai program keislaman seperti, Tahfidz Qur’an (tahsin dan tadabbur), Pendidikan Bahasa Arab, Ilmu Syar’i (pendidikan agama Islam), Hifdzul Mutun (hafalan matan dasar ilmu Al-Qur’an dan diniyyah), Praktik pembelajaran Al-Qur’an secara qorin (berdampingan)

Sejak berdiri, Ponpes Darul Wahyain telah meluluskan delapan angkatan santri yang mayoritas berasal dari Kecamatan Pamona Selatan.

BACA JUGA :  Polres Banggai Ungkap Kasus Korupsi Dir PDAM

Pesantren ini bercita-cita menjadi lembaga pendidikan yang melahirkan generasi Qurani yang beriman, berakhlak, dan memiliki pemahaman Islam yang moderat. Beberapa targetnya antara lain, Mencetak minimal satu penghafal Al-Qur’an di setiap rumah tangga Muslim di Pamona Selatan, memiliki sumber daya pengajar profesional, mengembangkan sarana pendidikan, termasuk masjid permanen dan asrama santri yang layak, menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar melalui kegiatan dakwah dan sosial.

Selain memimpin Ponpes Darul Wahyain, Ustaz Rahmat juga aktif dalam Komunitas Bikers Subuhan, sebuah gerakan dakwah yang mengajak umat Islam untuk melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid masing-masing.

BACA JUGA :  Eks Napiter Dukung Operasi Madago Raya Cegah Paham Radikalisme

Dalam upaya menjaga keamanan wilayah, pihak pesantren juga siap membantu kepolisian dalam mencegah paham radikal di kalangan generasi muda.

“Dukungan dari lembaga pendidikan seperti pesantren sangat penting dalam membentengi anak-anak muda dari pengaruh radikalisme. Kami akan terus bersinergi dengan aparat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai,” tutup Ustaz Rahmat.

Dengan peran aktif pesantren dan masyarakat, diharapkan upaya penanggulangan radikalisme di Poso dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *