Yayasan Darul Ulum Poso Tolak Radikalisme

waktu baca 2 menit

Diksi.net, Poso – Yayasan Darul Ulum di Desa Pandajaya, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, secara tegas mendukung Satgas Operasi Madago Raya dalam mencegah penyebaran paham radikal. Dukungan ini ditunjukkan melalui silaturahmi, pembentangan spanduk kamtibmas, serta komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama.

Yayasan yang beralamat di RT 1/RW 4 ini didirikan pada 2020 untuk pengembangan pendidikan agama Islam dan dakwah. Hingga 2024, ratusan santri aktif mengikuti program pembinaan aqidah, ibadah, dan akhlakul karimah.

BACA JUGA :  Warga Serahkan Senpi Rakitan temuan ke Satgas Madago Raya

Ketua Yayasan Darul Ulum, Ustaz Hamam Saefurrahman, mengungkap masa lalu kelam yang kini telah diperbaiki. 

“Dulu pernah ada kegiatan yang melarang santri hormat pada bendera Merah Putih dan menganggap pemerintah thogut. Tapi itu sudah tidak dilakukan lagi. Kini santri kami wajib menghormati bendera dan NKRI,” tegasnya.

Perubahan ini menjadi bukti komitmen yayasan menjauhkan santri dari pemahaman ekstrem.

BACA JUGA :  Simpatisan Kelompok Radikalisme Kini Bantu Kepolisian Tangkal Paham Radikalisme

Setiap pagi, santri wajib mengikuti program tahfidzul Quran sebagai unggulan. Kegiatan lain meliputi tahsinul Quran, pembinaan aqidah, pembinaan ibadah, pembentukan akhlaqul karimah dan tadarus Al-Quran.

Ustaz Hamam menegaskan, “Kami tidak menerima tenaga pengajar atau santri dengan latar belakang mantan Napiter maupun simpatisan kelompok radikal,” ujarnya.

“Silaturahmi seperti ini harus rutin dilakukan untuk mempererat komunikasi antara yayasan dengan Satgas Madago Raya dalam menangkal radikalisme di kalangan santri,” katanya lebih lanjut.

BACA JUGA :  Pondok Pesantren Al-Fatah Kalora: Mencetak Generasi Muda yang Religius dan Menolak Radikalisme

Sebagai wujud nyata, pengurus membentangkan spanduk dukungan kamtibmas di depan yayasan, bertuliskan komitmen menjaga kerukunan di Kecamatan Pamona Selatan.

Dukungan Yayasan Darul Ulum menjadi contoh sinergi positif antara lembaga pendidikan agama dan aparat keamanan di wilayah rawan Poso. Langkah ini diharapkan menjadi model bagi pesantren lain di Sulteng untuk aktif mencegah infiltrasi paham radikal.

Moh. Sharfin
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *