Yayasan An-Najiyah Wahdah Islamiyah Dukung Operasi Madago Raya Cegah Penyebaran Paham Radikal

waktu baca 2 menit

Diksi.net, Poso – Dalam upaya mencegah penyebaran paham radikal di wilayahnya, Yayasan An-Najiyah Wahdah Islamiyah Kabupaten Poso secara tegas menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Operasi Madago Raya tahun 2024.

Dipimpin oleh Ustadz Alimuddin Yusuf, M.Pd., yayasan yang didirikan pada 4 September 2003 ini telah memperoleh legalitas badan hukum yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia. Selain itu, yayasan ini juga terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Poso, serta di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Poso serta Kementerian Agama Kabupaten Poso.

BACA JUGA :  Tabligh Akbar di Palu: Menguatkan Persatuan Jelang Pilkada 2024

Yayasan An-Najiyah Wahdah Islamiyah Kabupaten Poso merupakan bagian dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Kabupaten Poso yang dipimpin oleh Ustadz Busman Muhammad, S.Pd.

“Yayasan ini menaungi Pondok Pesantren Wihdatul Ummah Kabupaten Poso serta beberapa lembaga pendidikan, di antaranya Tingkat Raudhatul Athfal Wihdatul Ummah dan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Wihdatul Ummah. Selain itu, yayasan ini juga memiliki Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tahfidz Al-Qur’an Wihdatul Ummah, yang semuanya berperan penting dalam pengembangan sistem pendidikan di daerah tersebut,” ungkap Ustadz Busman Muhammad Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah, Kab. Poso, sabtu (11/05/2024).

BACA JUGA :  PT Vale Ajak Ibu PKK Belajar Daur Ulang Sampah Plastik

Dengan komitmen yang kuat terhadap pendidikan dan penolakan terhadap paham radikal, Yayasan An-Najiyah Wahdah Islamiyah Kabupaten Poso menegaskan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan pihak terkait dalam menjaga keamanan dan kedamaian masyarakat. Operasi Madago Raya, sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menangkal radikalisme, didukung sepenuhnya oleh yayasan ini sebagai langkah proaktif dalam membangun kehidupan beragama yang damai dan harmonis.

BACA JUGA :  Lima Personel Polda Sulteng Dipakaikan Rompi Merah, Komitmen Tegakkan Disiplin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *