Warga Palu Tewas Diterkam Buaya saat Berenang di Teluk Palu

waktu baca 2 menit
Proses evakuasi jasad korban yang meninggal dunia karena diterkam buaya. (foto : ist).

Diksi.net, Palu – Seorang warga Palu tewas setelah diterkam buaya saat berenang di perairan Teluk Palu. Tim SAR gabungan yang dikerahkan ke lokasi berhasil menemukan korban menggunakan drone thermal dan mengevakuasi jasadnya setelah mengambil tindakan terhadap buaya yang masih menggigit tubuh korban.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 06.30 WITA. Korban, Kadar Wiratno (51), warga Jalan Basuki Rahmat, Palu, sedang berenang di perairan Teluk Palu ketika tiba-tiba seekor buaya muncul dan menyeretnya ke tengah laut.

Seorang warga bernama Ana yang menyaksikan kejadian tersebut segera melaporkannya ke pihak berwenang pada pukul 07.15 WITA. Merespons laporan itu, Basarnas Palu langsung mengerahkan tim penyelamat ke lokasi kejadian.

BACA JUGA :  Pengurus Maporina Sulawesi Tengah Dilantik

Tim SAR yang terdiri dari Basarnas Palu, TNI AL, BPBD Palu, Pemadam Kebakaran Kota Palu, serta masyarakat setempat tiba di lokasi pada pukul 08.00 WITA. Setelah berkoordinasi dengan keluarga korban, tim memulai pencarian menggunakan drone thermal untuk mendeteksi keberadaan korban dan buaya.

Pada pukul 08.40 WITA, pemantauan udara menunjukkan korban masih berada dalam gigitan buaya, sekitar 40 meter dari bibir pantai ke arah barat. Demi menyelamatkan korban, tim memutuskan untuk menembak buaya agar melepaskan cengkeramannya.

BACA JUGA :  Polresta Palu Tingkatkan Patroli Malam Menjelang Pilkada 2024 untuk Jaga Kamtibmas

Sayangnya, ketika berhasil dievakuasi, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Jasadnya segera dibawa ke darat dan dievakuasi menggunakan kendaraan rescue menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palu pada pukul 10.27 WITA untuk penanganan lebih lanjut.

Sebanyak 29 personel SAR dikerahkan dalam operasi ini, dengan dukungan perahu karet, sea leader, serta perangkat komunikasi. Setelah korban berhasil ditemukan dan dievakuasi, tim melakukan debriefing pada pukul 11.30 WITA dan operasi resmi dinyatakan selesai.

BACA JUGA :  Bawaslu Sulteng Jalin Kerjasama Dengan Ormas Lakukan Pengawasan Partisipatif

Meskipun keberadaan buaya menjadi tantangan dalam pencarian, kondisi cuaca yang cukup mendukung cerah berawan, membantu kelancaran proses evakuasi.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bagi warga untuk lebih waspada saat berenang di perairan Teluk Palu, terutama di area yang berisiko menjadi habitat buaya. Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar segera melaporkan keberadaan buaya di sekitar permukiman guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *