Wali Kota Palu Wacanakan Sistem Pembelajaran Hybrid di Sekolah

waktu baca 2 menit
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu, Hardi serta beberapa Kepala sekolah membahas tentang sekolah daring. (foto : Jufri).

Diksi.net, Palu – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, mengusulkan penerapan sistem pembelajaran hybrid di sekolah-sekolah Kota Palu. Wacana ini disampaikan dalam pertemuan bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, serta sejumlah kepala sekolah di ruang kerjanya pada Kamis (6/3/2025).

Pembelajaran hybrid yang mengombinasikan metode tatap muka dan daring ini dirancang sebagai respons terhadap kebijakan Work from Anywhere (WFA) yang diterapkan oleh Pemerintah Pusat. Menurut Wali Kota Hadianto, kebijakan tersebut akan mempengaruhi sistem kerja pegawai, termasuk para guru di lingkungan sekolah.

BACA JUGA :  Format Sambangi Kantor Gubernur Sulteng, Minta Kejelasan Status Kasman Lassa

Dalam keterangannya, Wali Kota Hadianto menjelaskan bahwa mulai 24 Maret 2025, pegawai pemerintah akan menjalankan sistem kerja tiga hari di kantor (Work from Office/WFO) dan dua hari bekerja dari luar kantor (Work from Anywhere/WFA).

“Rencananya, pegawai hanya masuk kantor tiga hari dalam seminggu, sementara dua hari bekerja dari luar. Karena guru juga termasuk pegawai, maka sekolah perlu menyesuaikan dengan model pembelajaran hybrid, yaitu tiga hari tatap muka dan dua hari daring,” ujar Hadianto.

BACA JUGA :  Kantor Kesehatan Pelabuhan Palu Gelar Public Hearing RUU Kesehatan

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini akan diterapkan secara serempak di seluruh sekolah di bawah naungan Pemerintah Kota Palu tanpa melalui tahap percontohan (pilot project). Hadianto mencontohkan pengalaman pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 sebagai bukti bahwa sistem ini dapat berjalan efektif.

“Selama pandemi Covid-19, pembelajaran daring berlangsung bukan hanya tiga hari, tetapi berbulan-bulan. Saya kira pembelajaran hybrid ini tidak akan menjadi masalah. Yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan kualitasnya,” tambahnya.

Menanggapi wacana ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan sejumlah langkah strategis untuk memastikan kelancaran implementasi kebijakan tersebut.

BACA JUGA :  Eks Napiter dari Militansi ke Pertanian Mangga

“Kami akan melakukan sosialisasi kepada guru, siswa, dan orang tua agar mereka memahami konsep pembelajaran hybrid ini. Dengan pemahaman yang baik, kendala yang mungkin muncul dapat diminimalkan,” kata Hardi.

Diharapkan, sistem pembelajaran hybrid ini dapat menjadi solusi inovatif bagi pendidikan di Kota Palu, sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebijakan pemerintah yang semakin fleksibel dalam dunia kerja dan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *