Tradisi Naiknya Harga Bapokting Jelang Ramadhan

waktu baca 1 menit
Pedagang dan pembeli yang melakukan transaksi jual beli di pasar tradisonal masomba. (Foto : Redaksi Diksi).

Diksi.net, Palu – Kenaikan harga bahan pokok dan bahan penting lainnya jelang ramadhan, seperti sebuah tradisi yang tidak pernah absen tiap tahunnya.

“saat ini, komoditi yang mengalami kenaikan harga, ada cabe rawit dari harga Rp 35 ribu menjadi Rp 60 ribu, cabe keriting dari harga normal Rp 35 ribu menjadi Rp 50 ribu,” jelas Sulaiman, salah seorang pedagang di pasar masomba Palu, Rabu (08/03/2023).

BACA JUGA :  Gubernur Sulteng Usulkan Pembangunan Waduk dan Flyover Tambang ke Kementerian PUPR

Sulaiman menambahkan, selain komoditi cabe, harga minyak goreng juga merangkak naik dari hari biasanya. Kenaikan harga tersebut diakuinya telah terjadi semenjak dua pekan lalu hingga saat ini.

“untuk sayuran juga beberapa diantara telah mengalami kenaikan harga, seperti Kol, sawi putih dan kentang,” ujarnya.

Ketersedian stok menurutnya menjadi penyebab harga fluktuatif di pasaran, sementara permintaan cukup tinggi. 

BACA JUGA :  Ponpes Hidayatullah Dukung Operasi Madago Raya untuk Tangkal Paham Radikal

Faktor lain yang menyebabkan harga naik adalah cuaca, stok dan permainan tengkulak yang memainkan harga ketika masuk pasar.

Sekaitan dengan hal tersebut, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulteng, Doni Setiawan mengakui bahwa harga bapokting belakangan memang mengalami kenaikan, namun harga tersebut tidak akan bertahan lama.

“Kenaikan harga bapokting di pasaran di upayakan tidak akan berlangsung lama, karena beberapa daerah penghasil mulai melakukan panen. Sehingga dengan sendirinya akan mengintervensi harga pasar saat ini,” tutupnya.

BACA JUGA :  Benelli Bike Indonesia Langsung Jajal Rute Palu – Makassar, Pasca Deklarasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *