Sulteng Raih Penghargaan UHC dari BPJS Kesehatan, Motivasi Tingkatkan Layanan Kesehatan

waktu baca 2 menit
Deputi Direksi Wilayah BPJS Kesehatan, Octovianus Ramba, menyerahkan penghargaan Universal Health Coverage (UHC) kepada Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Novalina, dalam acara Forum Komunikasi Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2024. (Foto : ist).

Diksi.net, Palu – Deputi Direksi Wilayah BPJS Kesehatan, Octovianus Ramba, menyerahkan penghargaan Universal Health Coverage (UHC) kepada Sekretaris Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Novalina, dalam acara Forum Komunikasi Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2024 yang berlangsung di ruang Polibu pada Rabu (28/8/2024).

Penghargaan UHC, diberikan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas pencapaian luar biasa dalam kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang masuk dalam kategori utama.

BACA JUGA :  Budokai Sulteng Raih Gelar Juara Umum di Kejuaraan Karate Yesiah Ery Tamalagi Cup

“Di Sulawesi, hanya dua provinsi yang meraih kategori utama, yaitu Sulawesi Tengah dan Gorontalo,” ungkap Octovianus Ramba.

Untuk mencapai kategori utama UHC, salah satu indikator yang menjadi tolok ukur adalah persentase keaktifan peserta JKN di suatu daerah harus melebihi 80 persen.

“Dari total 3.154.499 penduduk, sebanyak 2.610.026 orang atau 82,74 persen telah terdaftar sebagai peserta aktif JKN,” jelas Octovianus.

BACA JUGA :  Pasca Coklit Jumlah TPS Kota Palu Alami Ketambahan

Sekprov Sulawesi Tengah, Dra. Novalina, menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi Sulawesi Tengah untuk terus meningkatkan cakupan dan kualitas layanan kesehatan, sehingga semakin banyak masyarakat yang terlindungi dan sejahtera dengan adanya layanan JKN.

“Ini adalah kebanggaan bagi kita semua. Saya mengapresiasi kerja keras rekan-rekan perangkat daerah yang berkomitmen dalam perencanaan dan kepesertaan JKN,” ujar Novalina dengan bahagia.

BACA JUGA :  Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Resmi Berstatus Internasional

Ia menambahkan bahwa forum komunikasi yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini menjadi wadah strategis untuk berdiskusi antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan program layanan kesehatan yang berkelanjutan.

“Kita bisa menyampaikan permasalahan dan mencari solusinya, sehingga layanan BPJS Kesehatan dapat meng-cover masyarakat dengan layanan terbaik,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *