Sekot Palu Hadiri Penyerahan Pengesahan Kewarganegaraan untuk Guru Tua
Diksi.net, Palu – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palu, Irmayanti, menghadiri acara penyerahan surat pengesahan status kewarganegaraan Indonesia kepada almarhum Al Habib Sayyid Idrus Bin Salim Al Jufri. Acara berlangsung di Aula Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Tengah.
Penyerahan surat tersebut dilakukan oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, Hermansyah Siregar, kepada Irmayanti, mewakili Pemerintah Kota Palu. Hadir pula dalam acara tersebut Sekretaris Jenderal PB Alkhairaat, H. Jamaluddin Mariadjeng, bersama pejabat-pejabat PB Alkhairaat lainnya, serta Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sulawesi Tengah.
Hermansyah Siregar memberikan apresiasi kepada Pemkot Palu, PB Alkhairaat, dan Pemprov Sulawesi Tengah atas upaya mereka dalam memperjuangkan pengesahan kewarganegaraan Indonesia untuk Al Habib Sayyid Idrus Bin Salim Al Jufri.
Sekda Kota Palu, Irmayanti, menjelaskan bahwa Sayyid Idrus Bin Salim Al Jufri, lahir di Taris Hadramaut, adalah putra kedua dari pasangan Habib Salim Bin Alwi Bin Saggaf Al Jufri, seorang mufti di Hadramaut, dan Andi Syarifah Nur Binti Muhammad Al Jufri, keturunan raja di Sulawesi Selatan.
“Keluarga ini memberikan warisan intelektual dan kepemimpinan yang kuat, menjadikan Sayyid Idrus seorang ulama yang kharismatik dan berperan penting dalam pendidikan serta dakwah Islam di Sulawesi Tengah,” ungkap Irmayanti.
Jejak perjuangan Sayyid Idrus dimulai sejak masa penjajahan Belanda dan Jepang, hingga wafatnya pada 29 Desember 1969. Fokus utama perjuangannya adalah di bidang pendidikan dan dakwah Islam, meskipun ia menghadapi tantangan dari penjajah akibat aktivitasnya yang menentang kolonialisme.
Melalui Madrasah atau Perguruan Alkhairaat yang didirikan pada 11 Juni 1930, Sayyid Idrus berhasil mendirikan 1.550 sekolah mulai dari tingkat TK hingga menengah, perguruan tinggi, dan rumah sakit yang tersebar di berbagai wilayah Sulawesi Tengah dan Indonesia Timur. Beliau juga mewariskan tidak kurang dari 49 pondok pesantren di wilayah yang sama.
“Warisan dan perjuangan Sayyid Idrus Bin Salim Al Jufri, terutama melalui Perguruan Alkhairaat, telah memberikan dampak luas, tidak hanya di Sulawesi Tengah tetapi juga di Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua, Kalimantan Selatan, dan Indonesia Timur pada umumnya,” tutupnya.



