Ratusan Eks Napiter Ikuti Upacara Peringatan Proklamasi di Poso

waktu baca 2 menit
Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Agus Nugroho usai memimpin upacara peringatan detik-detik Proklamasi di Kabupaten Poso.

Diksi.net, Poso – Memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79, ratusan eks napiter ikuti upacara memperingati detik-detik proklamasi di Lapangan Tabalu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso.

Upacara tersebut menjadi simbol rekonsiliasi dan integrasi eks napiter kembali ke masyarakat. Hal tersebut juga menunjukkan komitmen mereka kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Agus Nugroho mengatakan, ini bertujuan untuk menegaskan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, kegiatan ini menunjukkan bahwa mereka yang pernah terlibat dalam aksi radikalisme memiliki kesempatan untuk kembali ke pangkuan NKRI.

“Kami ingin membangun kepercayaan masyarakat terhadap proses deradikalisasi yang telah kami lakukan,” ungkap Kapolda Sulteng, sabtu (17/08/2024).

BACA JUGA :  Dua Pelaku Curanmor di Amankan Polresta Palu

Ia juga menyoroti keberhasilan program deradikalisasi yang telah dilakukan di Sulawesi Tengah yang bukan berarti tanpa kendala. Stigma sosial jadi salah satu kendala, yang kedepannya akan terus ditingkatkan sehingga memberikan dukungan yang komperhensif.

“Komitmen Polda Sulteng adalah untuk terus meningkatkan kualitas program deradikalisasi dan memberikan dukungan yang komprehensif,” jelas Agus.

Agus juga menekankan pentingnya menanam nilai-nilai kebangsaan ssperti nasionalisme, patriotisme, toleransi dan gotong royong pada generasi muda.

“Kami akan terus melibatkan generasi muda dalam berbagai kegiatan yang dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air,” sebutnya.

BACA JUGA :  Asisten II Pimpin Rapat Persiapan Selat Makassar Summit 2024

Dari Penyesalan ke Cinta Tanah Air

Salah satu mantan narapidana terorisme (napiter) Poso, Imran Abu Zahra, mengungkapkan bahwa mengikuti upacara Detik-Detik Proklamasi adalah pengalaman baru yang menggembirakan baginya, terutama setelah sebelumnya memiliki pandangan anti-NKRI.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dapat dilibatkan dalam upacara bendera merah putih pada perayaan hari kemerdekaan ini,” ujar Imran.

Imran menegaskan rasa syukurnya atas kesempatan untuk kembali ke NKRI. “Kami tulus mencintai negara Republik Indonesia dan bersyukur atas izin Allah SWT yang memungkinkan kami kembali ke tanah air ini.”

Ia berharap, keterlibatan eks napiter dalam upacara ini dapat memperkuat persatuan antarwarga, terutama bagi mereka yang telah kembali ke masyarakat.

BACA JUGA :  Kalla Toyota Auto Show Hadirkan Promo Menarik dan Hiburan Seru di Palu

“Semoga kegiatan ini bisa digelar kembali di masa depan,” tambahnya.

Imran juga memberikan pesan kepada teman-temannya yang masih berada dalam kelompok terorisme untuk merenungkan perbuatan mereka dan kembali ke pangkuan NKRI.

“Kita dilahirkan dan dibesarkan di Indonesia, dan insya Allah, kita akan menghabiskan hidup kita di sini. Mari kita jaga dan rawat negara ini sebagai amanah dari Allah,” pesannya.

Usai upacara, Polda Sulteng memberikan bantuan sembako dan kursi roda kepada seluruh eks napiter dan warga sipil lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *