Puluhan Staf Minta Direktur RSUD Pendau Tambu di Ganti
Diksi.net, Donggala – Puluhan pegawai dan staf Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pendau Tambu menandatangani surat laporan untuk Bupati Donggala perihal kinerja direktur rumah sakit.
Puluhan pegawai dan staf RSUD Pendau Tambu yang turut bertandatangan dimulai dari bagian gizi, UGD, apotek, perawat, kebidanan, kepegawaian, dan bagian rekam medik.
Surat pengaduan yang ditujukan untuk Bupati Donggala itu, memuat enam poin diantaranya Direktur RSUD Pendau Tambu lebih banyak mengendalikan urusan perkantoran dari rumah pribadi (Labuan). Kehadiran Direktur di RSUD Pendau Tambu dalam satu bulannya selang bulan Juli hingga November 2023 terbanyak hanya 3 hari kerja.
Di dalam surat tersebut juga di jelaskan bahwa yang bersangkutan kerap kali mengucapkan kata-kata tidak sopan dalam menegur bawahan maupun terhadap manajemen RSUD Pendau Tambu. Di sisi lain, terkait pengelolaan keuangan, pihak PPTK, Bendahara Pengeluaran dan Bendahara Penerimaan mengaku menyerah dengan model kepemimpinan Direktur RSUD Pendau Tambu saat ini.
Pada poin terakhir, pegawai dan staf mengajukan permohonan kiranya dapat dilakukan pergantian Direktur RSUD Pendau Tambu.
Di dalamnya juga tercantum bahwa surat pengaduan tersebut dibuat tanpa ada tekanan dari pihak manajemen RSUD ataupun pihak lain di RSUD Pendau Tambu.
Terkait hal tersebut, Inspektur Inspektorat Kabupaten Donggala, Hasan Nurdin, membenarkan adanya pengaduan dari pegawai dan staf atas kinerja Direktur RSUD Pendau Tambu.
“Tembusannya tidak ditujukan kepada kami. Pengaduan tersebut langsung ke Bupati Donggala. Kami hanya menerima disposisi untuk dilakukan semacam audit internal,” kata Hasan saat dihubungi via telpon, Selasa (02/04/2024).
Ia juga menerangkan, bahwa pihaknya telah melakukan audit internal, kemudian hasilnya sudah disampaikan kepada Bupati Donggala.
“Setelah dilakukan audit, hasilnya inspektorat merekomendasikan pemberian sanksi berupa pernyataan tidak puas dari atadan. Hal ini, dan itu telah ditindaklanjuti oleh Bupati melalui suratnya kepada Sekda,” jelas Hasan Nurdin.
Sementara Direktur RSUD Pendau Tambu, Mohamad As’ad hingga saat ini belum dapat dihubungi untuk dimintai konfirmasi baik via telpon ataupun pesan WhatsApp.



