Posalia Sulteng Digifest 2026, Dorong Digitalisasi UMKM dan Resiliensi Ekonomi Sulteng

waktu baca 3 menit

Diksi.net, Palu – Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah resmi membuka gelaran Posalia Sulteng Digifest 2026 di Atrium Palu Grand Mall, Selasa (11/8/2026). Mengusung tema “Akselerasi Ekonomi Daerah dan Digitalisasi untuk Pertumbuhan Berkelanjutan”, perhelatan ini dihadirkan sebagai wadah penguatan UMKM melalui digitalisasi, perluasan akses pasar, hingga fasilitasi pembiayaan perbankan.

Acara yang dijadwalkan berlangsung hingga 17 Agustus 2026 ini dibuka langsung oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman. Pembukaan acara ditandai secara simbolis melalui pemukulan alat musik tradisional Kakula, disusul peluncuran inovasi Mal Siap QRIS Tap dan Samsat Siap QRIS Tap.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido yang mewakili Gubernur Sulteng, Anggota Komisi XI DPR RI Muhidin Muhammad Sayed, serta Kepala KPwBI Sulawesi Tengah Muhammad Irfan Soekarna.

BACA JUGA :  Sorotan Anggota Banggar DPRD Sulteng Terhadap Pengantar RAPBD 2024

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido menegaskan bahwa digitalisasi sistem pembayaran merupakan fondasi penting untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, transaksi yang cepat, mudah, aman, dan efisien akan memberikan dampak instan pada aktivitas ekonomi masyarakat maupun dunia usaha.

“Digitalisasi sistem pembayaran dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan transaksi, memperluas akses pasar, serta membuka peluang akses keuangan yang lebih besar. Kita ingin membangun ekonomi digital yang cepat, aman, modern, dan tetap inklusif,” ujar Reny.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi harus beriringan dengan penguatan UMKM agar tidak sekadar mempermudah transaksi, tetapi juga mampu membuka jejaring ekonomi baru. Pemprov Sulteng turut menyampaikan apresiasi atas konsistensi Bank Indonesia dalam mengawal perekonomian daerah.

BACA JUGA :  Pemprov Sulteng Percepat Penurunan Emisi GRK Lewat RAD GRK

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman menekankan pentingnya membangun daya tahan (resilience) ekonomi domestik di tengah dinamika global yang terus berubah. Stabilitas ekonomi Sulteng yang terjaga, termasuk keberhasilan pengendalian inflasi, menjadi modal utama untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Aida menyoroti peran strategis UMKM yang berkontribusi hingga 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja.

“UMKM sudah tidak ada lawannya. Enam puluh persen dari PDB kita dan menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja berasal dari sektor ini,” tegas Aida.

Di Sulawesi Tengah sendiri, BI telah mendampingi lebih dari 150 UMKM binaan. Pendampingan tersebut diarahkan agar UMKM mampu “naik kelas” melalui korporatisasi, perluasan skala usaha, fasilitasi pembiayaan, hingga pembukaan peluang ekspor.

BACA JUGA :  Jurnalis Palu Kunjungi Kantor Pusat DSLNG disela Acara IPA Convex 2024

Sebagai bentuk komitmen memperluas ekosistem pembayaran digital, BI terus memacu pemanfaatan QRIS, salah satunya lewat teknologi nirsentuh (contactless) QRIS Tap. Peluncuran Mal Siap QRIS Tap dan Samsat Siap QRIS Tap pada acara ini menjadi langkah nyata integrasi layanan publik dan pusat perbelanjaan berbasis digital di Sulawesi Tengah.

Aida menegaskan bahwa promosi produk lokal juga menjadi pilar penting yang terus didorong melalui berbagai agenda nasional seperti Karya Kreatif Indonesia (KKI) dan Pekan QRIS Nasional.

“Kita harus digital, menjawab semua tantangan zaman, dan kita harus bergerak bersama-sama,” pungkas Aida.

Rangkaian pembukaan acara diakhiri dengan kunjungan jajaran pejabat ke stan UMKM binaan KPwBI Sulawesi Tengah yang memamerkan beragam produk unggulan daerah.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *