Ponpes Hidayatullah Dukung Operasi Madago Raya untuk Tangkal Paham Radikal

waktu baca 2 menit
Pondok Pesantren Hidayatullah Poso menyatakan dukungannya terhadap Operasi Madago Raya 2024.

Diksi.net, Poso – Pondok Pesantren Hidayatullah Poso menyatakan dukungannya terhadap Operasi Madago Raya 2024 yang bertujuan untuk mencegah penyebaran paham radikal di Kabupaten Poso. Pesantren ini menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari solusi dalam menjaga kerukunan dan kedamaian di wilayah tersebut.

Pondok Pesantren Hidayatullah Poso, yang berlokasi di Kecamatan Poso Kota, merupakan lembaga pendidikan swasta yang telah lama berdiri. Meski izin operasionalnya baru diterbitkan pada Desember 2017, pesantren ini memiliki jenjang pendidikan dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs). Pesantren ini bergerak di bidang pendidikan dan dakwah dengan visi menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

BACA JUGA :  Polresta Palu Intensifkan Sosialisasi untuk Penertiban Penambangan Ilegal di Poboya

Ustadz Dedi Kurniawan, yang memimpin Pondok Pesantren sejak 2021, menegaskan bahwa pesantrennya selalu terbuka untuk masyarakat. Masjid di dalam kompleks pesantren bahkan digunakan oleh warga sekitar untuk salat berjamaah lima waktu. “Kami tidak pernah mengajarkan atau mendukung paham intoleran dan radikal,” ujar Ustadz Dedi.

Pesantren ini juga kerap menerima kunjungan dari berbagai pihak, seperti Kepolisian, Kementerian Agama, dan para dermawan. Hubungan baik dengan masyarakat sekitar menjadi salah satu kunci keberhasilan pesantren dalam menciptakan lingkungan yang harmonis.

BACA JUGA :  Mat Lahay Siap Menangkan Berani di Touna

Dalam keterangannya, Ustadz Dedi mengapresiasi kunjungan dari Satgas Operasi Madago Raya. “Kami berterima kasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan. Hal ini mempererat silaturahmi dan komunikasi antara pihak pesantren dengan Kepolisian,” tuturnya.

Ustadz Dedi juga menegaskan bahwa pesantrennya tidak mendukung kelompok dengan pemahaman radikal yang dapat merusak kerukunan masyarakat.

Menurutnya, paham radikal tidak sejalan dengan ajaran Islam yang mengedepankan kasih sayang dan perdamaian.

BACA JUGA :  Polresta Palu Tingkatkan Kesiapan Jelang Pilkada Serentak 2024

“Radikalisme membawa dampak buruk, seperti intoleransi, kekerasan, hingga tindakan terorisme. Islam adalah agama yang mengajarkan kebaikan untuk seluruh umat manusia,” tegasnya.

Pondok Pesantren Hidayatullah Poso berkomitmen mendukung pemerintah dalam menangkal penyebaran paham radikal melalui program pendidikan dan dakwah.

“Kami akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk menjaga Kabupaten Poso dari pengaruh paham-paham yang tidak sesuai dengan ajaran Islam,” pungkas Ustadz Dedi.

Pesantren ini berharap Operasi Madago Raya dapat berjalan sukses dan memberikan dampak positif dalam menjaga kedamaian di wilayah Poso.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *