Pondok Tahfidz Al-Qur’an Ma’had Al-Mubarok Dukung Pencegahan Penyebaran Paham Radikal
Diksi.net, Parigi Moutong – Pondok Pesantren Ma’had Al-Mubarok, yang didirikan dan dikelola oleh Yayasan Pendidikan Al-Ihsan Wahdah Islamiyah Kabupaten Parigi Moutong, telah menjadi fokus perhatian masyarakat sejak pembangunannya pada tanggal 05 Februari 2009. Dibangun di atas tanah hibah dari seorang Muhsinin, pesantren ini telah memainkan peran penting dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda muslim di daerah tersebut.
Ustas Fauzan, selaku pengurus pondok pesantren mengatakan bahwa proses operasional sempat terhenti pada 2016 lalu, namun pesantren ini kembali beraktivitas pada tahun 2021 dengan nama baru, Ma’had Al-Mubarok (Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Kabupaten Parigi Moutong). Saat ini, pesantren ini berhasil membina 23 santri, mayoritas dari kalangan dhuafa. Beberapa di antaranya bahkan berasal dari daerah terpencil yang merupakan minoritas muslim, dengan dukungan beasiswa dari Laznas Wiz.
“Meskipun antusiasme warga dhuafa untuk menyekolahkan anak-anak mereka di Ma’had Al-Mubarok sangat tinggi, fasilitas yang terbatas menjadi tantangan utama. Lahan yang sempit serta keterbatasan fasilitas asrama dan ruang belajar tidak mencukupi untuk menampung seluruh santri,” ungkap ustas Fauzan, selasa (16/04/2024).
Terletak di Desa Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong, tepat di pinggir Jalan Trans Sulawesi, Ma’had Al-Mubarok berusaha keras untuk memberikan pembelajaran yang berkualitas. Program pembelajaran di pesantren ini, secara umum, mengikuti kurikulum Pondok Tahfidz Al-Qur’an.
Visi dan misi pesantren ini menekankan pentingnya meningkatkan kualitas peserta didik yang berilmu, beriman, dan bertakwa, serta unggul dalam penguasaan ilmu dan teknologi. Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan landasan utama, memaksimalkan penguasaan materi kurikulum, dan menjalankan pembiasaan Sunnah Rasulullah SAW adalah beberapa prinsip utama yang dipegang teguh oleh pesantren ini.
“Pondok Tahfidz Al-Quran Ma-Had Al-Mubarok menyambut dengan tangan terbuka kunjungan dari berbagai pihak atau instansi, termasuk TNI-Polri dan instansi pemerintah lainnya, dalam upaya untuk mengembangkan pondok, meningkatkan taraf hidup santri, dan meningkatkan kualitas pendidikan,” jelas ustas Fauzan.
Lebih lanjut, pesantren ini menegaskan komitmennya untuk menolak segala bentuk pemahaman radikal yang dapat mengancam kedamaian dan keamanan masyarakat. Dalam mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kamtibmas, pesantren ini bahkan menyatakan kesiapannya untuk mendukung Operasi Madago Raya yang dilaksanakan oleh Kepolisian di wilayah Sulawesi Tengah.



