Pohon Cendana Jadi Ikon Konservasi Tahura Kapopo

waktu baca 2 menit
Aksi penanaman pohon cendana di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Kapopo. (Foto : Abal).

Diksi.net, Palu – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Yayasan KEHATI bersama Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) menggelar aksi penanaman pohon cendana di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Kapopo, Sulawesi Tengah. 

Kegiatan ini dirangkaikan dengan diskusi kelompok terfokus (FGD) terkait inventarisasi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati, sebagai bagian dari upaya pengelolaan lanskap darat dan laut secara terpadu.

Kepala Tahura Kapopo, Edy Sitorus, menjelaskan bahwa pohon cendana dipilih karena memiliki nilai historis dan ekologis bagi kawasan konservasi tersebut. 

BACA JUGA :  Kalla Toyota Gelar Mega Bazaar Tukar Tambah di JCC

“Pohon cendana menjadi ikon konservasi di Tahura Kapopo. Penanaman ini tidak hanya untuk memperingati Hari Bumi, tetapi juga sebagai bentuk komitmen dalam menjaga lingkungan dan melestarikan keanekaragaman hayati,” ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan perwakilan masyarakat dari Desa Ngata Baru, Loru, serta Kelurahan Poboya dan Kawatuna. Mereka turut menanam pohon cendana sebagai simbol harapan akan terciptanya lingkungan yang lebih seimbang dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. Aksi ini juga sejalan dengan tagline Tahura Kapopo: “Hijaukan Bumi, Birukan Langit.”

Sementara itu, Koordinator Program ROA, Urib, menyampaikan bahwa peringatan Hari Bumi menjadi momen penting untuk mengawali program pengelolaan lanskap darat dan laut terpadu melalui proyek bertajuk SOLUSI.

BACA JUGA :  DP Mulai 8 Jutaan, Sudah Bisa Bawa Pulang Toyota Impian di Sulteng

“Program ini bertujuan mengatasi degradasi lahan dan wilayah pesisir, meningkatkan ketahanan ekosistem, serta mendorong penghidupan masyarakat yang beradaptasi terhadap perubahan iklim,” terang Urib.

Ia juga menambahkan, proyek SOLUSI mendukung pelestarian keanekaragaman hayati, praktik berkelanjutan, penelitian ilmiah, serta strategi adaptasi dan mitigasi untuk menghadapi dampak perubahan iklim.

Menurutnya, Tahura Kapopo berperan penting sebagai kawasan pelestarian hutan konservasi yang berfungsi sebagai laboratorium alam. Kawasan ini menjadi tempat koleksi tumbuhan dan satwa, baik asli maupun introduksi, yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, serta mendukung budidaya dan pelestarian budaya.

BACA JUGA :  Avanza - Veloz Masih Rajai Segmen MPV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *