Pesantren Tahfidzul Qur’an Amanah Tamanjeka Benteng Pendidikan dan Pencegah Radikalisme 

waktu baca 2 menit
Ustaz Burhan Al-Arnauth. (foto : ist).

Diksi.net, Poso – Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Amanah Tamanjeka di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menjadi pilar pendidikan Islam sekaligus mitra strategis Satgas Operasi Madago Raya 2025 dalam mencegah penyebaran paham radikal dan intoleran. Dengan pendekatan tahfidz Al-Qur’an dan pendidikan akhlak mulia, pesantren ini berkomitmen mencetak generasi yang berakidah lurus dan menjaga harmoni sosial.

Berdiri sejak 2018 di bawah naungan Yayasan Wakaf Amanatul Ummah (YWAU), PPTQ Amanah Tamanjeka memiliki legalitas resmi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia serta Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Poso. Berlokasi di Dusun Ratalemba, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, pesantren ini dipimpin oleh Ustaz Burhan Al-Arnauth, yang telah menjabat dua periode atas kepercayaan yayasan.

BACA JUGA :  NasDem Sulteng Berangkatkan 1000-an Pemudik Ke Kampung Halaman

PPTQ Amanah Tamanjeka adalah pesantren khusus putra yang menawarkan pendidikan setara Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Kurikulum utama berfokus pada tahfidz Al-Qur’an, dilengkapi pelajaran fiqih, hadis, bahasa Arab, dan kitab kuning, sesuai standar pendidikan di Pondok Pesantren Amanah Putra Poso Pesisir. Ujian tahunan untuk MTs diselenggarakan di pesantren, sedangkan santri MA bergabung dengan ujian di Pondok Pesantren Amanah Putra Landangan.

Pesantren ini terbuka untuk umum, memberikan kesempatan bagi anak laki-laki dari berbagai latar belakang untuk menimba ilmu agama dan akademik. Visi pesantren adalah mencetak calon ulama penghafal Al-Qur’an, dengan misi mengembangkan pendidikan tahfidz terpadu, menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an, serta memupuk akidah Ahlusunnah Wal Jamaah dan akhlak mulia.

BACA JUGA :  Eks Napiter Arbain Yusuf Berkomitmen Jaga Keamanan di Poso

Ustaz Burhan Al-Arnauth menegaskan bahwa semua program pesantren, mulai dari sistem belajar-mengajar hingga kegiatan ekstrakurikuler, mengacu pada pedoman YWAU. Dalam mendukung Operasi Madago Raya 2025, PPTQ Amanah Tamanjeka berkomitmen bekerja sama dengan kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Poso.

“Paham intoleran dan radikal adalah ancaman serius bagi keberagaman Poso. Kami berupaya menanamkan akhlakul karimah pada santri, menjauhkan mereka dari pemahaman radikal, dan mempersiapkan mereka menjadi generasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa,” ujar Ustaz Burhan.

BACA JUGA :  Dinas Tanaman Pangan Sulteng Gelar Pangan Murah, untuk Stabilisasi Harga dan Kendalikan Inflasi

Pesantren ini memandang pendidikan berkualitas sebagai kunci menangkal radikalisme. Dengan menanamkan nilai kebangsaan, melibatkan tokoh agama, dan melakukan sosialisasi, PPTQ Amanah Tamanjeka berupaya mencegah konflik, diskriminasi, dan kekerasan yang dipicu oleh paham intoleran. Pendekatan ini selaras dengan tujuan Operasi Madago Raya untuk menciptakan Poso yang aman dan damai, bebas dari ancaman terorisme.

Melalui pendidikan tahfidz dan pembinaan akhlak, pesantren ini tidak hanya menghasilkan penghafal Al-Qur’an, tetapi juga individu yang berkontribusi positif bagi masyarakat. Dengan kurikulum terpadu dan nilai-nilai keislaman yang moderat, PPTQ Amanah Tamanjeka menjadi teladan dalam membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan menjaga keberagaman.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *