Pesantren Hidayatullah Poso Dukung Satgas Madago Raya Cegah Radikalisme

waktu baca 2 menit
Pondok Pesantren Hidayatullah Kabupaten Poso menegaskan dukungannya terhadap Satgas Operasi Madago Raya dalam upaya mencegah penyebaran paham radikal di wilayah Poso. (Foto : dok).

Diksi.net, Poso – Pondok Pesantren Hidayatullah Kabupaten Poso menegaskan dukungannya terhadap Satgas Operasi Madago Raya dalam upaya mencegah penyebaran paham radikal di wilayah Poso. Pesantren yang berfokus pada pendidikan dan dakwah ini berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah dan kepolisian dalam menjaga keamanan dan kondusivitas daerah.

Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Poso, Ustaz Dedi Kurniawan, S.Sos.I, menyatakan bahwa pihaknya secara aktif mendukung program deradikalisasi yang dijalankan oleh pemerintah. Menurutnya, radikalisme bukan hanya bertentangan dengan hukum, tetapi juga merusak nilai-nilai ajaran Islam yang mengedepankan kasih sayang dan perdamaian.

BACA JUGA :  PPI Amanah Putri Poso Bersinergi dengan Satgas Madago Raya Cegah Radikalisme

“Kami dari pihak Pondok Pesantren Hidayatullah Poso menyatakan akan selalu mendukung Operasi Madago Raya. Radikalisme tidak dibenarkan dan menjadi ancaman terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat di Poso. Karena itu, diperlukan kerja sama erat antara kepolisian, pemerintah daerah, ormas, dan lembaga pendidikan,” ujarnya.

Pesantren yang berada di Kelurahan Gebangrejo, Kecamatan Poso Kota ini telah lama berdiri dan beroperasi di bawah Kementerian Agama sejak 2017. Selain menjalankan pendidikan dari jenjang TK hingga Madrasah Tsanawiyah, pesantren ini juga memiliki program dakwah seperti tahfiz Al-Qur’an, majelis taklim, serta penerbitan majalah Suara Hidayatullah.

BACA JUGA :  PSU Rawan Politik Uang, Petugas Gabungan Intensifkan Patroli 

Ustaz Dedi menegaskan bahwa pihaknya memiliki hubungan komunikasi yang baik dengan masyarakat sekitar maupun pondok pesantren lain di Poso. Aktivitas pendidikan dan dakwah di dalam pesantren pun terbuka bagi siapa saja, dan tidak pernah ditemukan indikasi penyebaran paham intoleran maupun radikal.

“Islam adalah agama dakwah yang menyebarkan kasih sayang dan kebaikan. Sikap melampaui batas dalam beragama bukanlah ajaran Islam, melainkan perilaku tercela yang dilarang oleh syariat,” tambahnya.

BACA JUGA :  Kehadiran Dubes Vatikan Warnai Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di Palu

Dalam pertemuan dengan Satgas Operasi Madago Raya, Ustaz Dedi juga menyampaikan apresiasi atas silaturahmi dan bantuan yang diberikan. Ia berharap kerja sama antara pesantren dan pihak kepolisian dapat semakin erat dalam menjaga keamanan serta membangun kesadaran masyarakat akan bahaya radikalisme.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *