Pesantren Hidayatullah Parigi Dukung Ops Madago Raya 2025 Cegah Radikalisme
Diksi.net, Parigi Moutong – Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Parigi, yang berlokasi di Jl. Irigasi, Dusun 2, Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, menyatakan dukungan penuh terhadap Operasi Madago Raya 2025. Operasi ini bertujuan mencegah penyebaran paham radikal dan intoleran di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Parigi Moutong.
Pondok Pesantren Hidayatullah Parigi merupakan bagian dari organisasi massa Islam Hidayatullah, yang didirikan oleh mendiang K.H. Abdullah Said pada 5 Februari 1973 di Balikpapan, Kalimantan Timur. Hidayatullah dikenal sebagai organisasi yang aktif mengirimkan da’i ke daerah terpencil di Indonesia, dengan cabang yang tersebar di seluruh nusantara. Yayasan ini resmi disahkan melalui Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU-0014580.AH.01.04 Tahun 2022.
Sebagai lembaga pendidikan Islam, pesantren ini memiliki visi membangun peradaban Islam dan misi mencari ridha Allah melalui pendidikan, dakwah, dan pembangunan komunitas Islami yang berkualitas. Hidayatullah juga menekankan pengkaderan dengan kriteria ketat, seperti mentalitas tangguh, mobilitas tinggi, militansi produktif, semangat juang yang kuat, pola pandang visioner, dan pemikiran strategis.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Parigi, Bahari A. Khalil, menegaskan bahwa pihaknya menol46ak keras paham radikal yang dapat memicu tindakan terorisme. “Kami sangat mendukung tugas aparat keamanan dalam Operasi Madago Raya 2025 untuk menangkal penyebaran paham radikal,” ujar Bahari. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya selalu menyeleksi tenaga pengajar secara ketat untuk memastikan tidak ada penyebaran ajaran radikal di lingkungan pesantren.
Bahari menambahkan bahwa ada kekhawatiran terkait oknum atau kelompok yang memanfaatkan lembaga pendidikan agama untuk menyebarkan paham radikal, terutama kepada remaja, karena lembaga semacam ini sering dianggap aman berkat payung hukumnya. Untuk itu, pesantren Hidayatullah Parigi menerapkan kurikulum yang seimbang, menggabungkan pelajaran umum seperti wawasan kebangsaan di pagi hari dengan program unggulan berupa hafalan Al-Qur’an. Siswa SD dan SMP di pesantren ini juga mengikuti pendidikan di sekolah umum pemerintah terdekat, meskipun kegiatan ekstrakurikuler masih terbatas karena keterbatasan sarana seperti ruang kelas.
Sejak berdiri dua tahun lalu, Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Parigi telah menjalin hubungan baik dengan pemerintah dan aparat keamanan. Kunjungan dari pihak kepolisian dan pemerintah daerah kerap dilakukan untuk memberikan bantuan dan masukan, termasuk sosialisasi terkait pencegahan radikalisme dan penyalahgunaan narkoba. Baru-baru ini, perwakilan Gubernur Sulawesi Tengah dari Staf Pembangunan turut menghadiri acara silaturahmi yang digelar oleh pesantren.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan dukungan dari Satgas Ops Madago Raya serta instansi pemerintah. Kami siap bekerja sama dengan semua pihak untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung pembangunan masyarakat yang bermartabat,” tutur Bahari.
Hidayatullah memiliki visi besar untuk membangun peradaban Islam yang berlandaskan nilai-nilai profetik dan profesional. Misi organisasi ini mencakup pengkaderan yang berkualitas, pembangunan komunitas Islami, serta sinergi dengan berbagai komponen umat Islam untuk gerakan amar ma’ruf nahi munkar. Hidayatullah juga berkomitmen mengajak pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk mewujudkan NKRI yang bermartabat.
Dengan komitmen kuat terhadap pendidikan yang moderat dan kerja sama dengan aparat keamanan, Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Parigi optimistis dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari paham radikal, sekaligus mendukung pembangunan masyarakat yang harmonis di Sulawesi Tengah.



