Peran Strategis TNI dalam Pengawasan Pemilu yang berintegritas

waktu baca 2 menit
Dalam penyelenggaran pesat demokrasi, TNI memiliki peran strategis untuk mendukung pelaksanaan Pemilu yang adil dan transparan dengan memastikan netralitasnya serta berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban. (Foto : Istimewa).

Diksi.net, Palu – Sebagai upaya menjaga esensi demokrasi, Netralitas TNI menjadi salah satu faktor yang tidak kalah pentingnya dalam penyelenggaran pemilu 2024.

Dalam penyelenggaran pesat demokrasi, TNI memiliki peran strategis untuk mendukung pelaksanaan Pemilu yang adil dan transparan dengan memastikan netralitasnya serta berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Menjaga Netralitas TNI sangat penting untuk memastikan bahwa TNI tetap fokus pada tugasnya sebagai alat pertahanan negara dan tidak terlibat dalam politik praktis. Ini melibatkan disiplin internal, kepatuhan terhadap hukum, dan kesadaran akan peran konstitusional TNI dalam sistem pemerintahan,”ungkap Komisioner Bawaslu Sulawesi Tengah, Fadlan, saat menjadi narasumber dalam kegiatan pembinaan netralitas TNI di Aula Manggala Sakti Makorem 132 Tadulako, Rabu (07/02/2024).

BACA JUGA :  May Day, Ratusan Buruh Ikut Jalan Santai dan Donor Darah

Lanjut Fadlan, peran strategis TNI dalam penyelenggaran Pemilu 2024 adalah dengan melakukan pengawasan dan pemantauan aktivitas selama tahapan pemilu berlangsung. Ia juga menghimbau agar setiap anggota TNI tidak terlibat dalam politik praktis, menjadi anggota partai politik, tim kampanye dan memastikan netralitasnya sebagai anggota TNI.

“Dalam proses penanganan netralitas bagi anggota TNI, Bawaslu melakukan koordinasi dengan penyidik TNI dikarenakan TNI memiliki mekanismenya tersendiri dalam proses penanganan bagi anggotanya yang melakukan pelanggaran,” lanjut Fadlan.

BACA JUGA :  BPTP Panen Jagung Varietas Jakarin untuk Masyarakat

Sementara itu, Kasiter Kasrem 132/Tdl, Kolonel Inf Fifin Zudi Syaifuddin  bertekad untuk menjaga Netralitas TNI sebagai pondasi utama dalam mendukung proses Demokrasi. Keharmonisan Demokrasi Indonesia adalah tanggung jawab bersama, dan anggota TNI siap memberikan dukungan penuh.

“Netralitas TNI, terutama melalui keterlibatan Korem 132/Tdl, bukan hanya menjadi kewajiban, tetapi juga manifestasi komitmen dalam menjaga keutuhan demokrasi. Korem 132/Tdl mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan Pemilu dan Pilkada yang berkualitas dan menghormati prinsip-prinsip Demokrasi yang sehat,” tuturnya.

BACA JUGA :  KPU Sulteng Sosialisasi PKPU 10 Tahun 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *