OJK Perkuat Inovasi Teknologi Sektor Keuangan untuk Dorong Pembiayaan UMKM di Daerah

waktu baca 3 menit

Diksi.net, Batam – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengakselerasi penguatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) guna memperluas akses pembiayaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. Langkah strategis ini diwujudkan melalui perhelatan Forum Sinergi Pengembangan Ekonomi Daerah yang berlangsung pada 31 Agustus hingga 1 September 2026 di Batam, Kepulauan Riau. Pertemuan tersebut menghadirkan jajaran pemerintah daerah, pelaku industri jasa keuangan, UMKM, perusahaan teknologi, hingga akademisi dari perguruan tinggi.

Kegiatan ini menjadi bagian integral dari Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) OJK yang bertujuan memacu pemanfaatan produk serta layanan keuangan modern bagi sektor-sektor unggulan. Penguatan ITSK selaras dengan agenda strategis OJK dalam mendalami pasar keuangan, memperbesar porsi pembiayaan, memperkuat ekosistem UMKM, serta mendongkrak tingkat literasi, inklusi, dan pelindungan konsumen.

BACA JUGA :  Bank Sulteng dan Pemkab Banggai Luncurkan SP2D Online

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi sektor keuangan menjadi jembatan penting untuk menjangkau para pelaku usaha yang selama ini belum terlayani oleh lembaga keuangan formal. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor yang melibatkan regulator, industri, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci agar ekosistem ekonomi digital dapat berkembang secara aman, berkelanjutan, dan tepercaya.

Dukungan serupa disampaikan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Andri Rizal. Karakteristik Kepulauan Riau sebagai wilayah kepulauan dan perbatasan menjadikan adopsi teknologi sebagai kunci utama untuk meratakan akses layanan keuangan. Andri menekankan bahwa masyarakat di pulau terluar maupun pelaku UMKM di daerah tidak boleh tertinggal dalam mengakses pembiayaan produktif dan pasar digital.

BACA JUGA :  ROA Hadirkan Produk Berbasis Kelapa Pada Launching New PLUT

Meski pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau pada triwulan II-2026 mencatatkan angka positif sebesar 6,99 persen secara tahunan, penyaluran kredit di wilayah tersebut masih didominasi oleh sektor korporasi. Hal ini menandakan masih luasnya peluang bagi penyelenggara Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) untuk memperluas kemitraan serta mengisi celah pembiayaan bagi UMKM lokal.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem digital, OJK juga menggelar program Digital Financial Literacy (DFL) di Politeknik Negeri Batam yang diikuti lebih dari 500 mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, Adi Budiarso mengingatkan generasi muda agar memanfaatkan peluang pesatnya perkembangan ekosistem keuangan digital dan aset kripto secara bijak, serta tidak mudah terpengaruh fenomena FOMO maupun risiko penipuan digital.

BACA JUGA :  Hingga Awal Tahun 2024, Sektor Keuangan Sulteng Tumbuh Positif

Pemilihan Batam sebagai pusat kegiatan didasarkan pada posisinya yang strategis sebagai kawasan industri dan Free Trade Zone (FTZ) yang berpotensi menjadi salah satu hub pertumbuhan ekonomi digital nasional. Melalui rangkaian diskusi terarah dan business matching, OJK berkomitmen memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif serta berdaya saing.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *