Mantan Anggota Kelompok Radikal Kini Beralih Menjadi Petani Durian
Diksi.net, Poso – Asep Syaifullah, seorang warga Dusun Lancirang, Desa Pandajaya, Kecamatan Pamona Selatan, kini aktif mengolah lahan kebun durian seluas 1 hektar. Selain menjadi petani, Asep juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai penyedia jasa servis alat-alat elektronik dan peralatan pertanian lainnya.
Menariknya, Asep yang dulunya terlibat dalam kelompok radikal di wilayah tersebut, kini memilih untuk tidak lagi bergabung dengan mereka. Sebaliknya, ia membantu aparat keamanan, khususnya Satgas Madago Raya, dengan memantau pergerakan simpatisan atau kelompok radikal yang mencurigakan serta berpotensi melakukan tindakan terorisme di Desa Pandajaya dan sekitarnya.
Perjalanan hidup Asep tidak selalu mudah. Pada Januari 2000, ia terlibat sebagai eksekutor dalam serangan bom molotov di Masjid Besar Kauman, Yogyakarta. Serangan tersebut termasuk percobaan pengeboman yang menyebabkan karpet masjid terbakar, meskipun tidak ada korban jiwa. Pada malam tahun baru 1 Januari 2000, Asep kembali melakukan serangan bom di depan kantor BRI Yogyakarta yang mengakibatkan luka-luka pada beberapa orang karena terkena serpihan bom.
Setelah menjadi buron selama lima tahun, Asep akhirnya ditangkap oleh aparat kepolisian pada 9 Mei 2005. Pengadilan Negeri Yogyakarta menjatuhkan vonis hukuman penjara selama lima tahun kepada Asep pada 24 Januari 2006.
Kini, setelah menjalani hukuman, Asep berusaha memperbaiki hidupnya dengan bekerja sebagai petani dan teknisi, serta berkontribusi dalam menjaga keamanan di wilayahnya.



