Koalisi Media Alternatif Perjuangkan Jurnalisme Berkualitas dan Kebebasan Pers

waktu baca 2 menit
Koalisi Media Alternatif mendeklarasikan Deklarasi Makassar. (Foto : Dok Fesmed AJI).

Diksi.net, Makassar – Dalam gelaran Festival Media (Fesmed) 2025 yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Makassar, Koalisi Media Alternatif mendeklarasikan Deklarasi Makassar. Deklarasi ini lahir sebagai respons terhadap kondisi politik yang kian menantang kebebasan pers serta pentingnya memperjuangkan narasi alternatif melalui jurnalisme berkualitas.

Deklarasi ini diumumkan oleh Koalisi Media Alternatif, yang terdiri dari berbagai media independen seperti Bandung Bergerak, Bollo.id, Ekuatorial.com, Floresa.co, Idenera.com, Independen.id, Jaring.id, KatongNTT.com, Konde.co, Koreksi.org, Prohealth.id, ProgreSIP, dan Project Multatuli. Berikut poin-poin utama deklarasi tersebut:

  1. Pengakuan dan Perlindungan Jurnalisme Berkualitas
    Koalisi menuntut pengakuan, perlindungan, dan jaminan keberlanjutan bagi kegiatan jurnalisme berkualitas, termasuk yang dikelola oleh media alternatif. Media alternatif dianggap vital dalam menyuarakan perspektif kritis yang sering terpinggirkan.
  2. Verifikasi Media Alternatif oleh Dewan Pers
    Koalisi mendesak Dewan Pers untuk segera melakukan verifikasi terhadap media alternatif sebagai bentuk pengakuan negara dan perlindungan hukum, memastikan keberlangsungan operasional mereka di tengah tekanan politik dan ekonomi.
  3. Melawan Kekerasan dan Diskriminasi terhadap Pers
    Koalisi menegaskan penolakan terhadap segala bentuk diskriminasi, kekerasan terhadap jurnalis, dan tindakan yang menghambat kebebasan pers, termasuk intimidasi, kriminalisasi, dan sensor.
  4. Komitmen pada Profesionalisme dan Narasi Alternatif
    Koalisi berkomitmen menjaga profesionalisme jurnalistik, memperjuangkan narasi alternatif, dan menyuarakan gerakan sosial kritis. Media alternatif dipandang sebagai pilar penting dalam memperkuat demokrasi melalui penyampaian informasi yang beragam dan independen.
BACA JUGA :  Sejumlah Band Lokal Ramaikan Fesmed 2022

Deklarasi ini lahir di tengah situasi politik yang dinilai semakin membatasi kebebasan pers di Indonesia. Fesmed 2025 menjadi momentum bagi media alternatif untuk menegaskan peran mereka dalam menjaga pilar demokrasi. Diskusi selama festival menyoroti tantangan seperti kriminalisasi jurnalis, tekanan ekonomi, dan minimnya ruang bagi narasi alternatif di tengah dominasi media arus utama.

BACA JUGA :  Festival Media 2 : AMSI, IJTI Sulteng dan PFI Palu Gunakan Tema “Hijau”

Koalisi Media Alternatif menegaskan bahwa jurnalisme berkualitas bukan hanya tentang menyampaikan fakta, tetapi juga tentang memberikan suara kepada kelompok marginal, mengungkap isu sosial, lingkungan, dan kemanusiaan, serta menantang narasi yang dikuasai oleh kepentingan politik atau korporasi.

Deklarasi Makassar menjadi seruan bagi seluruh pemangku kepentingan pemerintah, Dewan Pers, dan masyarakat sipil untuk mendukung keberlangsungan media alternatif. Koalisi mengajak kolaborasi lintas sektor guna memastikan kebebasan pers tetap terjaga sebagai napas demokrasi.

BACA JUGA :  Jurnalis Sulteng Gelar Mimbar Bebas Tolak Gugatan Rp200 Miliar Mentan Amran ke Tempo

Acara Fesmed 2025, yang berlangsung pada 12-14 September, juga menghadirkan pameran, workshop, dan diskusi yang memperkuat peran jurnalisme dalam menyuarakan kebenaran. Deklarasi Makassar diharapkan menjadi tonggak baru bagi media alternatif untuk terus berkontribusi dalam membangun demokrasi yang inklusif dan berkeadilan.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *