Jasa Raharja Perkuat Transformasi Antikorupsi

waktu baca 2 menit
Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan A. Purwantono.

Diksi.net, Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2024, Jasa Raharja menggelar diskusi interaktif bertema “Bersama Jasa Raharja Melawan Korupsi untuk Membangun Negeri” di Ballroom Gedung Jasa Raharja Kantor Pusat. 

Acara ini dihadiri oleh jajaran Direksi Jasa Raharja, kepala unit kerja, dan kepala cabang dari seluruh Indonesia, serta menghadirkan narasumber Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak, Anggota DPD RI Alfiansyah Komeng, dan konten kreator Rizki “Gerung”.

Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan A. Purwantono, dalam sambutannya menyatakan bahwa sebagai badan yang kerap bersinggungan dengan masyarakat dalam melayani pembayaran santunan, Jasa Raharja memiliki tantangan dalam menjaga integritas di tengah interoperabilitas dengan berbagai mitra. Transformasi sistem pengawasan, termasuk penerapan pembayaran santunan secara cashless, menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah korupsi.

BACA JUGA :  Polresta Palu Kolaborasi dengan Masyarakat untuk Sukseskan Pilkada 2024

“Pembayaran cashless tidak hanya mengubah cara kerja kami, tetapi juga ekosistem pelayanan secara keseluruhan. Semangat kami adalah memastikan korupsi tidak memiliki ruang, dimulai dari diri sendiri hingga ke seluruh jajaran,” tegas Rivan.

Ia juga berharap momentum HAKORDIA ini menjadi tonggak penguatan komitmen antikorupsi di internal Jasa Raharja, seraya menanamkan nilai integritas sebagai kesadaran pribadi setiap individu.

BACA JUGA :  Sinergi Perkuat Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor

Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, menekankan pentingnya pencegahan korupsi di lembaga pelayanan publik, termasuk BUMN, yang juga dianggap sebagai bagian dari penyelenggara negara berdasarkan UU No. 19 Tahun 2003. Ia mengingatkan ancaman hukuman berat bagi penerima gratifikasi atau suap. 

“Pencegahan korupsi harus dilakukan secara masif, mulai dari pendidikan antikorupsi yang menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk anak-anak sejak dini,” ujarnya.

BACA JUGA :  Wapres dan Menko Polhukkam Berharap Tidak Ada Kursi Melayang

Anggota DPD RI, Alfiansyah Komeng, dalam diskusi tersebut menyoroti bahwa integritas menjadi kunci dalam menghadapi celah-celah korupsi yang bisa muncul di berbagai sektor. “Budaya adalah sesuatu yang baik. Kita tidak boleh membiarkan perilaku buruk seperti korupsi dianggap sebagai bagian dari budaya,” kata Alfiansyah.

Acara ini mencerminkan langkah nyata Jasa Raharja dalam memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel, sekaligus mendukung gerakan nasional pemberantasan korupsi untuk membangun negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *