Irhan Hana Bento: Dari Perencana Bom, Penjaga Keamanan, Berjuang Demi Keluarga
Diksi.net, Pari Moutong – Irhan Hana Yojo Bento, mantan narapidana terorisme yang pernah merencanakan pengeboman di Mapolres Toli-Toli, Mapolres Parigi Moutong, serta lokasi Sail Tomini, kini memutuskan untuk menjalani hidup yang berbeda.
Setelah divonis hukuman penjara selama empat tahun, ia hanya menjalani tiga tahun masa tahanan akibat potongan remisi satu tahun. Pada pertengahan 2020, Irhan dinyatakan bebas bersyarat dan dipulangkan ke keluarganya di Desa Pangi, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong.
Meski begitu, setelah bebas, Irhan tidak langsung kembali ke kampung halamannya. Ia sempat tinggal selama setahun di Desa Tambu, Kecamatan Sausu, sebelum akhirnya memutuskan untuk menetap kembali di Desa Pangi pada 2021.
Saat ditemui, Irhan menegaskan bahwa dirinya sudah tidak lagi terlibat dalam kelompok radikal atau berencana melakukan aksi terorisme. Ia bahkan menyatakan kesediaannya untuk membantu aparat keamanan, khususnya Satgas Operasi Madago Raya, dalam memantau pergerakan kelompok radikal yang mencurigakan di wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Irhan juga menyatakan telah membuka diri kepada masyarakat, tanpa memandang siapa yang menjadi gurunya dalam mempelajari agama, selama ajaran yang diberikan tidak mengarah pada paham radikal.
“Sekarang saya lebih fokus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, terutama biaya sekolah anak-anak,” ungkapnya. Ia juga berkomitmen untuk membantu aparat kepolisian dalam menekan penyebaran paham radikal di wilayah tersebut.
Dalam kesehariannya, Irhan kini bekerja sebagai penjaga keamanan di lokasi galian C di Desa Sausu Taliabo, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong. Ia menghabiskan lebih banyak waktu di wilayah tersebut dan berencana mencari tempat tinggal di sana. Sementara itu, usaha air galon isi ulang miliknya saat ini masih dikelola oleh istrinya, meskipun hasilnya belum mencukupi kebutuhan keluarga sepenuhnya.



