Imelda Sidak Pasar, Atasi Selisih Harga Beras dan Jaga Stabilitas Pangan

waktu baca 2 menit
Imelda Liliana Muhidin saat melakukan sidak di pasar masomba. (foto : ist).

Diksi.net, Palu – Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, memimpin inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Inpres Manonda dan Pasar Masomba pada Kamis (18/09/2025) untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok. Sidak ini melibatkan Kejaksaan Negeri Palu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), Bulog, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Asisten II Setda Kota Palu.

Hasil sidak mengungkap perbedaan harga beras yang signifikan antara kedua pasar. Di Pasar Inpres Manonda, harga beras Rp14.000 per kilogram, sedangkan di Pasar Masomba mencapai Rp15.000 untuk jenis yang sama. “Kita harus antisipasi agar harga beras di kedua pasar induk ini seragam,” tegas Wakil Wali Kota Imelda.

BACA JUGA :  DTPH Sulteng ditugaskan Atasi Kemiskinan Melalui Peningkatan Produksi Petani

Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Perindag akan segera mengundang asosiasi beras dan pedagang untuk menyepakati mekanisme distribusi yang adil, guna mencegah kerugian bagi masyarakat.

Selain beras, harga bahan pokok lain relatif terkendali. Bawang merah dibanderol Rp35.000–Rp40.000 per kilogram, tergantung jenis dan asal. Minyak goreng, termasuk merek Minyakita, dijual Rp15.700 per liter. Harga telur berkisar Rp52.000 per rak (ukuran kecil), Rp55.000 (sedang), dan Rp60.000 (jumbo).

BACA JUGA :  Atlet Panjat Tebing Sulteng, Ikuti IFSC Asian Youth Championships 2025

Imelda menyebutkan kemungkinan penyesuaian harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), tetapi pemerintah berkomitmen menekan lonjakan harga agar tetap terjangkau.

Wakil Wali Kota memastikan stok beras di Kota Palu aman, dengan prospek membaik pasca-panen raya di Kabupaten Parigi Moutong minggu depan. “Harga beras saat ini sudah cukup baik, antara Rp14.000–Rp15.000 per kilogram, kecuali jenis premium,” ujarnya.

BACA JUGA :  Dinas Pangan Sulteng, Serahkan Bantuan Beras ke Bupati Poso

Terkait beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), Imelda menepis isu tentang kualitas buruk. “Saya sudah coba sendiri, beras SPHP putih dan berkualitas baik, bukan kuning seperti isu yang beredar. Masyarakat jangan ragu,” tegasnya, seraya mencatat tingginya minat masyarakat terhadap beras ini.

Sidak ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Palu untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Dengan kerja sama lintas sektor, Pemkot berupaya memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan yang terjangkau dan berkualitas, terutama menjelang periode Nataru.

Moh. Sharfin
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *