Hadianto Rasyid Dorong Urban Farming Berbasis Profit

waktu baca 2 menit

Diksi.net, Palu – Pemerintah Kota Palu terus berinovasi dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat berbasis pemanfaatan lahan tidur. Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menegaskan bahwa Program Kelurahan Menanam kini dirancang sebagai motor penggerak ekonomi baru warga, bukan lagi sebatas gerakan penghijauan atau pemenuhan kebutuhan dapur harian.

Hadianto menekankan, indikator utama keberhasilan program urban farming ini adalah sejauh mana dampaknya dalam meningkatkan pendapatan para pengelolanya secara langsung.

“Saya berharap warga mengelola Program Kelurahan Menanam lebih baik lagi. Jangan hanya menghasilkan bahan pangan untuk rumah tangga rentan pangan, tetapi harus berorientasi profit agar mampu meningkatkan pendapatan para pelakunya,” ujar Hadianto, Kamis (9/7/2026).

BACA JUGA :  KPU Palu Sosialisasikan Hak Pilih Warga Binaan di Rutan Kelas IIA Jelang Pilkada 2024

Menurutnya, orientasi keuntungan sangat krusial agar program memiliki kemandirian finansial untuk terus berkembang secara berkelanjutan tanpa terus bergantung pada bantuan awal.

Guna memaksimalkan hasil panen, Pemkot Palu mengusung konsep Kelurahan Tematik. Dari total 46 kelurahan di Kota Palu, pemerintah menetapkan lima komoditas pertanian unggulan yang dibagi secara merata, di mana sekitar sembilan hingga 10 kelurahan akan fokus memproduksi satu komoditas spesifik.

BACA JUGA :  Usaha Komunitas Perempuan Dilatih Memanfaat Teknologi Digitalisasi

Jika setiap kelurahan mampu mengoptimalkan lahan seluas satu hektare, maka Kota Palu akan memiliki potensi sekitar sembilan hingga 10 hektare lahan produktif untuk tiap-tiap komoditas. Skala produksi masif ini diyakini ampuh mendongkrak pasokan pangan lokal, menjaga ketahanan pangan daerah, serta menekan laju inflasi melalui stabilitas harga pasar.

Meski demikian, Wali Kota mengingatkan bahwa proses menanam baru separuh jalan menuju keberhasilan. Tantangan terbesar pertanian perkotaan biasanya berada di rantai distribusi dan penjualan.

BACA JUGA :  Pemkot Palu Siap Naikkan TPP 100 Persen

Oleh karena itu, Hadianto menginstruksikan jajaran perangkat daerah terkait untuk segera membangun sistem pemasaran terpadu guna menjamin hasil panen warga langsung terserap pasar.

“Pemerintah harus mengawal dari proses awal penanaman sampai ke pemasaran. Dengan begitu, masyarakat memperoleh kepastian pasar dan program ini benar-benar memberikan manfaat ekonomi yang nyata,” tegasnya.

Penerapan strategi pertanian perkotaan modern yang terintegrasi ini menjadi bukti komitmen Pemkot Palu dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendongkrak level kesejahteraan warga Kota Palu.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *