Gubernur Sulteng dan PLN Bersinergi Percepat Penyalaan Listrik di 69 Desa Terpencil
Diksi.net, Palu – Hingga saat ini, terdapat 69 desa di Sulawesi Tengah yang belum teraliri listrik secara penuh. Namun PLN memastikan seluruhnya telah masuk dalam daftar prioritas penyalaan, dengan lebih dari 250 pelanggan terdaftar, dan 100 di antaranya telah menyelesaikan pembayaran.
Penyaluran listrik ke daerah-daerah terpencil dan kepulauan menjadi bagian dari program prioritas “Berani Menyala” yang diusung Gubernur Anwar Hafid, sebagai bentuk nyata dari misi pemerataan infrastruktur untuk seluruh rakyat Sulawesi Tengah.
General Manager PLN Suluttenggo, Basuki Atmoko, menyatakan bahwa secara teknis sistem kelistrikan telah siap menyalurkan daya ke sejumlah wilayah yang sebelumnya belum teraliri listrik.
“Sebagian besar infrastruktur sudah terkoneksi dengan sistem dan daya listrik tersedia. Tinggal menunggu penyalaan resmi, termasuk untuk wilayah Palu 3 dan desa-desa di Morowali Utara,” ujar Basuki, selasa (13/05/2025).
Basuki menekankan pentingnya dukungan lintas sektor, khususnya dari pemerintah daerah, dalam mempercepat elektrifikasi. Ia juga menyoroti program “Light Up The Dream” inisiatif sosial pegawai PLN yang menyisihkan sebagian gaji untuk membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan sambungan listrik.
“Program ini membuktikan bahwa kepedulian datang dari semua level, bukan hanya institusi, tetapi juga dari individu pegawai PLN,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa kelistrikan adalah kebutuhan dasar yang tak boleh ditunda, dan pemerintah provinsi akan memberikan dukungan penuh untuk memastikan seluruh wilayah Sulawesi Tengah terang benderang.
“Alhamdulillah, sebagian besar wilayah sudah bebas dari gelap. Untuk Morowali, progresnya sudah 90 persen. Insyaallah, September ini bisa menyala jika tidak ada kendala,” ungkapnya.
Anwar juga mengungkapkan bahwa ia secara rutin meninjau langsung proyek pembangunan infrastruktur listrik.
“Saya cek sendiri tower-towernya di lapangan. Kalau ada hambatan, saya selesaikan saat itu juga. Kita tidak boleh main-main urusan listrik,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemprov Sulteng juga menyiapkan anggaran untuk membantu sambungan dan meteran listrik gratis bagi warga kurang mampu.
“Banyak warga tidak sanggup bayar biaya penyambungan. Jangan sampai mereka tetap hidup dalam gelap hanya karena kendala ekonomi,” katanya.



