Gempa Poso M6.0, 29 Luka dan Ratusan Warga Terdampak

waktu baca 2 menit
Gempa Bumi Poso (Foto : BMKG).

Diksi.net, Poso  – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6.0 mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Minggu (17/8) pukul 06.38 WITA, menyebabkan 29 orang luka-luka dan ratusan warga terdampak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah melaporkan bahwa Kecamatan Poso Pesisir menjadi wilayah yang paling parah terkena dampak.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus, sebanyak 433 jiwa atau 184 keluarga di Desa Masani terdampak langsung, termasuk 31 lansia, 23 balita, dan 5 penyandang disabilitas. Satu unit gereja dilaporkan rusak, sementara sejumlah bangunan mengalami retakan dan kerontokan plester dinding. 

BACA JUGA :  Dari Mantan Narapidana Teroris Menjadi Penjaga Kamtibmas di Poso

“Dari 29 korban luka-luka, 13 orang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Poso, 6 ke Puskesmas Tokorondo, dan 10 lainnya ditangani di lokasi oleh Dinas Kesehatan Poso,” ucap Akris.

Data dampak di desa-desa lain seperti Tokorondo, Towu, Pinedapa, dan Lape masih dalam pendataan. Gempa susulan tercatat sebanyak 20 kali hingga pukul 07.10 WIB, dengan magnitudo terbesar M3.2.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa ini dipicu oleh aktivitas Sesar Tokoraru dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Episenter gempa terletak di darat, 13 km barat laut Kota Poso, pada kedalaman 10 km. Guncangan dirasakan kuat di Kota Poso dengan skala intensitas V-VI MMI, menyebabkan kepanikan di kalangan warga. Getaran juga terasa di Luwu Timur, Mamuju, Masamba, Majene, Palopo, Pasangkayu, Polewali Mandar (III-IV MMI), serta Tana Toraja dan Wajo (III MMI).

BACA JUGA :  Eks Napiter di Poso Tekad Bantu Ciptakan Keamanan dan Cegah Radikalisme

Hasil pemodelan BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, warga diminta tetap waspada terhadap gempa susulan yang masih berlangsung.

BPBD menyebutkan kebutuhan logistik mendesak meliputi tenda, light tower, alas tidur, selimut, terpal, makanan siap saji, perlengkapan bayi, dan obat-obatan untuk membantu para korban.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. “Pastikan rumah tahan guncangan dan hindari bangunan yang retak atau rusak,” ujarnya. Informasi resmi hanya bersumber dari kanal BMKG seperti website, media sosial terverifikasi, aplikasi InfoBMKG, dan telegram resmi InaTEWS BMKG.

BACA JUGA :  Eks Napiter Poso Dukung Satgas Madago Raya Cegah Radikalisme

Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa, namun kewaspadaan tetap diperlukan mengingat potensi gempa susulan. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi dari sumber resmi.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *