Eks Napiter Poso Muhammad Thoha Tolak Radikalisme

waktu baca 2 menit

Diksi.net, Poso – Muhammad Thoha, eks napiter di Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, kini aktif mendukung Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madago Raya dalam upaya mencegah penyebaran paham radikal di wilayah tersebut. Langkah ini menjadi bukti nyata transformasi ideologi mantan anggota kelompok ekstrem menuju sikap moderat dan damai.

Thoha pernah terlibat dalam kasus penyimpanan tentang tiga pucuk senjata api jenis M16, SS1, dan FN, serta menyembunyikan amunisi serta rangkaian bahan peledak di lahan kebun miliknya di perkebunan Malabuta, Kabupaten Poso. Setelah menjalani hukuman, ia kembali ke Desa Pandajaya, Kecamatan Pamona Selatan, dan hidup bersama istri serta anaknya.

BACA JUGA :  Puluhan Eks Napiter Rayakan Kemerdekaan RI dengan Membentangkan Bendera Raksasa

Kini, Thoha menunjukkan komitmennya melalui serangkaian kegiatan deradikalisasi. Ia mengikuti pembubaran eks kelompok Jemaah Islamiyah (JI) wilayah Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, secara daring via Zoom dari rumahnya. Selain itu, Thoha turut serta dalam sosialisasi dan deklarasi pembubaran JI di Provinsi Jawa Tengah, yang diikuti kelompok JI Pandajaya melalui Zoom di Polsek Pamona Selatan.

BACA JUGA :  Silaturahmi di Poso, Pasangan Berani Tingkatkan Komunikasi Dua Arah

Puncaknya, Thoha hadir langsung pada seminar ilmiah bertajuk “Jalan Menuju Wasathiyah, Membangun Kesadaran Baru Ideologi Sehat dan Moderat” di Hotel Ancyra, Jl. Pulau Sabang, Kelurahan Kayamanya, Kecamatan Poso Kota.

Dalam keseharian, ia mengelola lahan kebun di perkebunan Malabuta dan Korongkasa, Kecamatan Pamona Selatan, sebagai bentuk reintegrasi sosial yang produktif.

Thoha menyampaikan apresiasinya terhadap silaturahmi berkelanjutan antara eks napiter dan personel kepolisian, khususnya Satgas Ops Madago Raya. “Kegiatan ini berdampak positif bagi saya dan mendukung pencegahan paham radikal di Kabupaten Poso,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kirno Eks Napiter Poso Kini Berprofesi Sebagai Kontraktor dan Mulai Terbuka pada masyarakat

Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah dan aparat keamanan dalam memerangi terorisme di Sulawesi Tengah, di mana Poso pernah menjadi pusat konflik. Dukungan dari eks napiter seperti Thoha diharapkan memperkuat pencegahan radikalisme dan membangun masyarakat yang lebih toleran.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *