Eks Napiter Poso Fokus Bangun Hidup Baru dan Dukung Keamanan Wilayah
Diksi.net, Poso – Abd. Rahman S. Ludja, atau yang dikenal sebagai Rahman alias Abi Syahida, mantan narapidana terorisme asal Desa Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, kini fokus menata kembali hidupnya. Setelah menjalani hukuman penjara lima tahun atas kasus kepemilikan senjata api dan amunisi, Rahman bertekad untuk hidup lebih baik, mendukung keamanan wilayah, dan mencegah penyebaran paham radikal.
Rahman ditangkap pada 26 Agustus 2021 dan divonis lima tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada 25 Agustus 2022. Ia dibebaskan bersyarat pada 9 Oktober 2024 dari Lapas Khusus Kelas IIB Cilacap berdasarkan keputusan Menteri Hukum dan HAM RI. Saat ini, Rahman telah kembali ke rumahnya di Desa Tokorondo dan menjalani kehidupan sederhana sebagai tukang bangunan serta merawat kebun cokelat miliknya yang sempat terbengkalai selama masa penahanan.
Rahman mengakui bahwa keterlibatannya dalam aksi terorisme adalah sebuah kesalahan besar. “Apa yang saya lakukan di masa lalu hanya merugikan diri sendiri dan keluarga. Selama di penjara, saya belajar banyak hal, terutama tentang pentingnya keluarga dan kehidupan bermasyarakat,” ungkap Rahman.
Kini, ia bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan serupa. Ia berharap pengalamannya menjadi pelajaran bagi generasi muda di Poso untuk menjauhi paham radikal dan intoleran. “Saya ingin membantu menciptakan situasi yang aman dan damai di wilayah Poso, terutama dengan mencegah anak-anak muda terpengaruh ideologi ekstremis,” tambahnya.
Rahman menyampaikan terima kasih kepada pihak Kepolisian, khususnya Satgas Operasi Madago Raya, yang telah mendukung proses reintegrasinya ke masyarakat. Silaturahmi dan komunikasi yang baik dengan kepolisian, menurutnya, sangat membantu dalam menjaga stabilitas keamanan di Poso.
“Kami sangat menghargai dukungan dari kepolisian. Saya akan terus mendukung kebijakan pemerintah dan membantu menjaga keamanan wilayah, terutama dalam pencegahan berkembangnya paham radikal dan terorisme,” ujarnya.
Kini, Rahman menjalani kehidupan dengan fokus pada pekerjaan sebagai tukang bangunan dan petani cokelat. Ia berharap upaya sederhana ini dapat membawa manfaat bagi keluarganya dan masyarakat sekitar. “Hidup saya kini untuk keluarga dan masyarakat. Semoga langkah kecil ini dapat memberikan kontribusi positif bagi Poso,” pungkasnya.
Dengan semangat baru, Rahman menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan kedua untuk berubah dan menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan kedamaian di wilayah yang pernah dilanda konflik.



