Eks Napiter Poso Bangun Usaha, Dukung Keamanan Wilayah

waktu baca 2 menit
Abu Fahri, seorang mantan napiter di Kabupaten Poso, kini berusaha membangun kehidupan baru dengan membuka usaha kecil. (Foto : Dok).

Diksi.net, Poso – Wikrawardana alias Ocha alias Aco alias Abu Fahri, seorang mantan narapidana kasus terorisme (napiter) di Kabupaten Poso, kini berusaha membangun kehidupan baru dengan membuka usaha kecil. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan serta tidak terjerumus dalam paham-paham radikal.

Wikrawardana sebelumnya menjalani hukuman akibat keterlibatannya dalam aksi perlawanan terhadap aparat penegak hukum pada 2007 di Poso. Setelah bebas, ia kembali ditangkap pada 2014 karena terhubung dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso. Saat itu, ia diamankan oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

BACA JUGA :  Tingkatkan Keselamatan Jurnalis, KKJ Sulteng Resmi Dibentuk di Palu

Kini, setelah menjalani proses hukum dan kembali ke masyarakat, Wikrawardana mengelola usaha kecil bernama Faizan Shop Ceria, yang berlokasi di Kelurahan Kayamanya Sentral, Kecamatan Poso Kota. Toko ini menjual berbagai alat rumah tangga, aksesori, serta mainan anak, baik secara langsung di rumahnya maupun melalui penjualan daring.

Dalam sebuah pertemuan dengan Satgas Operasi Madago Raya 2025 di kediamannya, Wikrawardana menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia berharap interaksi semacam ini terus berlanjut untuk mempererat silaturahmi dan membangun kerja sama dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di Poso yang kini semakin kondusif.

BACA JUGA :  Temui Kajari Palu, Longki Desak Penegakan Hukum dan Keadilan

“Apa yang pernah terjadi pada saya menjadi pelajaran berharga. Jangan sampai ada yang terjerumus dalam tindakan yang bertentangan dengan hukum. Mari kita dukung program pemerintah dan bekerja sama dengan kepolisian demi keamanan bersama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh ideologi radikal yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga. “Dengan lingkungan yang aman dan tenteram, kehidupan masyarakat pun menjadi lebih baik,” tambahnya.

BACA JUGA :  Yayasan Banua Amal Poso: Menyokong Kemanusiaan dan Keamanan dengan Safari Ramadhan dan Program Kemanusiaan

Dukungan terhadap mantan napiter dalam reintegrasi sosial menjadi salah satu langkah penting dalam upaya deradikalisasi dan pencegahan terorisme di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *