Eks Napiter Kini Merintis Usaha Gurita dan Madu

waktu baca 2 menit
Idul eks napiter yang kini berwirausaha untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. (foto : ist).

Diksi.net, Tojo Una-Una – Idul Saputra Ridwan, yang lebih dikenal sebagai Idul, pernah menjalani hukuman 3 tahun 6 bulan di Lapas Khusus Kelas IIB Sentul, Bogor, Jawa Barat, atas kasus terorisme berdasarkan Pasal 15 jo Pasal 7 UU RI Nomor 15 Tahun 2003.

Setelah memperoleh pembebasan bersyarat pada 29 November 2024 berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor PAS-2429.PK 05.09 Tahun 2024, Idul kini memulai lembaran baru dengan fokus pada kehidupan keluarga dan usaha produktif.

BACA JUGA :  Wali Kota Palu Sampaikan Pesan Kuat tentang Silaturahmi dan Anti-Narkoba

Idul mengaku sangat menyesali perbuatannya di masa lalu dan meminta maaf atas tindakan yang pernah dilakukannya. Kini, ia bertekad untuk memperbaiki hidupnya dengan merintis usaha jual beli gurita serta berjualan madu asli merek Hufazah yang diperoleh dari rekan sesama eks narapidana terorisme. Selain itu, Idul juga menjual camilan kacang telur sebagai bagian dari usaha sampingannya.

BACA JUGA :  Yayasan An Najiyah Bangun Generasi Muslim Berakhlak Mulia di Poso

“Saya ingin fokus memenuhi kebutuhan keluarga dan memberikan yang terbaik untuk mereka,” ujar Idul. 

Istri Idul juga berencana membuka warung atau kios di kawasan Pemandian Malotong, Kelurahan Malotong, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, untuk mendukung perekonomian keluarga.

Baru-baru ini, Idul dihubungi oleh seorang rekan eks narapidana terorisme dari Surabaya, Jawa Timur, yang memintanya menyiapkan stok gurita untuk diekspor ke luar negeri. Peluang ini menjadi angin segar bagi Idul untuk mengembangkan usahanya dan berkontribusi pada perekonomian lokal di Tojo Una-Una.

BACA JUGA :  Pertamina Sesuaikan Harga LPG Non Subsidi, Wilayah Sulawesi Turun

Selain berwirausaha, Idul menyatakan kesiapannya untuk mendukung aparat keamanan, khususnya Satgas Operasi Madago Raya, dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Tojo Una-Una. “Saya ingin wilayah ini tetap kondusif dan aman untuk semua,” tegasnya.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *