Eks Napiter Berdayakan Diri dengan Usaha Laundry dan Air Minum
Diksi.net, Poso – Rahmad Padja alias Noman, mantan narapidana terorisme yang pernah terlibat dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, kini telah bebas dan berusaha mengubah hidupnya dengan membantu usaha keluarga.
Rahmad Padja terlibat dalam aksi terorisme yang menewaskan anggota Polri di Bank Mandiri Syariah, Kabupaten Poso, pada 15 April 2020. Ia ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri sehari setelah insiden tersebut dan dijatuhi hukuman tiga tahun enam bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Rahmad menjalani masa hukuman di Lapas Gunung Sindur dan dinyatakan bebas pada 14 Oktober 2023.
Setelah bebas, Rahmad membantu istrinya dalam usaha laundry dan juga mengantarkan air minum kemasan gallon untuk mertuanya. Ia menyatakan terima kasih kepada Satgas I Ops Madago Raya yang telah bersilaturahmi ke kediamannya.
“Saya saat ini belum memiliki pekerjaan tetap, jadi saya membantu istri menjalankan usaha laundry dan membantu mertua mengantarkan pesanan air isi ulang,” ujarnya.
Rahmad mengungkapkan harapannya agar pengalaman hidupnya dapat menjadi pembelajaran bagi orang lain agar tidak terjerumus dalam tindakan yang melanggar hukum. Ia menekankan pentingnya tidak mengulangi kesalahan yang sama atau melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum.
“Saya berharap apa yang pernah terjadi pada diri saya bisa menjadi pelajaran, jangan sampai melakukan tindakan yang sama seperti yang saya lakukan sebelumnya,” kata Rahmad.
Rahmad juga mengajak masyarakat untuk mendukung program pemerintah dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Poso. Ia menekankan pentingnya kerjasama dengan pihak Kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Mari kita dukung program pemerintah dan bantu Kepolisian dengan menjalin komunikasi serta kerjasama yang baik untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Poso yang kini semakin kondusif. Keamanan yang baik akan membuat masyarakat merasa aman dan tenteram, serta mendorong pembangunan terutama di bidang perekonomian,” tambahnya.
Rahmad juga menyatakan kesiapannya untuk membantu pihak Kepolisian dalam mencegah berkembangnya paham radikal, intoleransi, dan terorisme di kalangan masyarakat Kelurahan Mapane, Kecamatan Poso Pesisir.
Dengan aktivitasnya saat ini, Rahmad Padja berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan menghindari segala bentuk tindakan yang dapat merusak keamanan dan ketertiban.



