Desa Toro Jadi Contoh Sukses Program Smart Village di Sulawesi Tengah
Diksi.net, Sigi – Direktur Penyerasian Pembangunan Sarana dan Prasarana (PPSP) Kementerian Desa, Sofyan Hanafi, bersama Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah, Sudaryano R. Lamangkona, melakukan kunjungan kerja ke Desa Toro, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung hasil pelatihan Smart Village yang diadakan pada bulan Mei lalu oleh working group Common Room, Roa Jaga Roa, dan Sekolah Internet Komunitas, bekerja sama dengan Dinas Kominfosantik Provinsi Sulawesi Tengah.
Program Smart Village merupakan inisiatif pemerintah daerah Sulawesi Tengah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan melalui teknologi informasi dan komunikasi. Diharapkan, program ini dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan desa, memperluas akses informasi, serta memperkuat perekonomian lokal. Melalui internet, masyarakat juga dapat belajar secara online tentang berbagai bidang seperti pertanian, perkebunan, perbengkelan, mekanisasi, dan penjualan komoditi.
Dalam kunjungannya, Sofyan dan Sudaryano berdialog langsung dengan komunitas internet dan pemangku adat Desa Toro, yang dipimpin oleh Rukmini, Pembina Komunitas Internet Toro. Mereka mendapatkan masukan terkait pelaksanaan program dan melihat fasilitas internet serta hasil pelatihan yang telah diterapkan.
Hendrik, Koordinator Komunitas Internet Desa Toro, melaporkan bahwa dalam dua bulan setelah pelatihan, mereka telah menyambung tiga akses poin menggunakan fiber optic dengan jarak terjauh 2 kilometer di Dusun I.
“Permintaan akses jaringan ada di enam dusun dalam Desa Toro, dan secara bertahap akan dipenuhi,” ucap Koordinator Sekolah Internet Komunitas Toro, selasa (26/06/2024).
Sofyan Hanafi memberikan apresiasi kepada komunitas internet desa yang antusias dalam memanfaatkan teknologi internet untuk kemajuan desa melalui Program Smart Village. Dia berharap keberhasilan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Sulawesi Tengah.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada komunitas internet dan warga Masyarakat Desa Toro yang telah mengembangkan internet desa, untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam melakukan pembelajaran dan kegiatan usaha dalam menggerakkan ekonomi desa,” ujar Sofyan.
Sudaryano R. Lamangkona menambahkan bahwa internet desa berbasis komunitas tidak hanya memberikan akses informasi lebih luas, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan perekonomian desa. Hal ini sejalan dengan kebijakan Gubernur Rusdy Mastura yang ingin mengembangkan program Smart Village di Sulawesi Tengah.
Rukmini, Ntina Adat Desa Toro, menyampaikan bahwa saat ini Pengurus Adat sedang merevisi peraturan adat terkait penggunaan internet untuk memastikan penggunaannya sesuai dengan nilai-nilai lokal.
“Dengan adanya internet di Desa Toro, kami segera melakukan penyesuaian aturan adat penggunaan internet. Hal ini untuk mencegah penggunaan internet ke arah yang negatif, seperti judi online dan aplikasi negatif lainnya,” ujar Rukmini.
Internet di Desa Toro telah dimanfaatkan untuk penjualan hasil pertanian melalui aplikasi WA dan Facebook dengan nama Kareba dari Toro. Sebagian besar masyarakat juga menggunakan internet untuk belajar tentang pertanian, perkebunan, dan perbengkelan.
Harapannya keberhasilan Smart Village di Desa Toro mendapat perhatian dan pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Sigi, serta menjadi pemicu sinergi antara pemerintah dan masyarakat di era digitalisasi saat ini.



