Bangkit dari Masa Lalu, Eks Napiter Poso Fokus Jaga Perdamaian dan Kesejahteraan

waktu baca 2 menit
Muhamad Thoha Bin Sabililah, mantan narapidana kasus terorisme asal Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, kini memilih meninggalkan masa lalunya dan fokus menjalani kehidupan baru bersama keluarganya.

Diksi.net, Poso – Muhamad Thoha Bin Sabililah, mantan narapidana kasus terorisme asal Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, kini memilih meninggalkan masa lalunya dan fokus menjalani kehidupan baru bersama keluarganya. Setelah menyelesaikan masa hukuman, Thoha bertekad untuk tidak lagi terlibat dengan kelompok radikal dan mendukung penuh upaya pemerintah dalam menjaga keamanan wilayah.

Thoha sebelumnya terlibat menyimpan tiga senjata api jenis M16, SS1, dan FN, serta menyembunyikan amunisi dan bahan peledak di kebunnya. Kini, setelah bebas, ia menetap bersama istri dan anaknya di Kecamatan Pamona Selatan.

BACA JUGA :  KPU Kota Palu Sosialisasikan Pemutakhiran Data Pemilih untuk Warga Binaan

Sehari-hari, Thoha bekerja di kebun miliknya, sementara istrinya membuka kios kecil di depan rumah. Kegiatan sederhana ini menjadi bagian dari upaya Thoha untuk memulai kembali hidupnya. “Saya ingin fokus pada keluarga dan kebun, serta mendukung istri yang mengelola kios,” ujar Thoha.

Thoha menyatakan komitmennya untuk tidak lagi terlibat dengan kelompok terorisme maupun simpatisan radikal. Ia juga aktif mendukung program pemerintah daerah dan aparat keamanan, khususnya Satgas Operasi Madago Raya, dalam upaya pencegahan penyebaran paham radikal.

“Saya tidak ingin mengulang kesalahan masa lalu. Saya siap membantu pihak kepolisian dalam menciptakan keamanan dan mencegah penyebaran ideologi radikal, khususnya di Kecamatan Pamona Selatan,” tegasnya.

BACA JUGA :  Mutu Institute dan Pesantren Al Amin Dumai Selenggarakan Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit

Thoha menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak kepolisian yang telah mendukung proses reintegrasinya ke masyarakat. Ia berharap hubungan baik ini terus terjalin demi menjaga ketertiban dan kedamaian di Kabupaten Poso.

“Saya sangat berterima kasih kepada aparat yang telah membantu sejak saya bebas. Dukungan ini sangat berarti bagi saya dan keluarga. Saya berkomitmen untuk mendukung kebijakan pemerintah dan berkontribusi dalam menjaga keamanan serta mencegah berkembangnya paham radikal,” tambah Thoha.

BACA JUGA :  CPM Dorong Pendidikan Inklusif, Program Paket C Batch IV

Dengan tekad untuk bangkit dari masa lalu, Thoha berharap kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi orang lain, terutama para mantan napi terorisme, untuk memilih jalan hidup yang lebih baik. “Setiap orang punya kesempatan untuk berubah. Saya ingin menjadi bagian dari solusi, bukan masalah,” pungkasnya.

Komitmen Thoha menjadi cerminan bahwa perubahan adalah mungkin, dan dengan dukungan yang tepat, mantan pelaku dapat menjadi agen perdamaian yang berdampak positif bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *