Anak-Anak di Parigi Moutong Belajar Rawat Mangrove Lewat Lomba Kwartet

waktu baca 2 menit

Diksi.net, Parigi Moutong – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Desa Oncone Raya, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, diwarnai dengan kegiatan edukasi lingkungan untuk anak-anak. Puluhan murid Sekolah Dasar (SD) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) antusias mengikuti lomba mewarnai dan permainan kartu kwartet bertema ekologi pada Sabtu (16/8/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh kolaborasi komunitas lokal ini mengangkat dua isu krusial di kawasan pesisir, yakni pelestarian ekosistem mangrove dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

BACA JUGA :  Ahmad Ali Kembalikan Formulir, PKB Sodorkan Sejumlah Nama Untuk Dampingi di Pilkada 2024

Perwakilan Perkumpulan Relawan untuk Orang dan Alam (ROA), Ikbal, menjelaskan bahwa melalui media mewarnai, anak-anak diajak mengenal fungsi vital mangrove. Hutan bakau tidak hanya menjadi benteng alami dari abrasi dan habitat biota laut, tetapi juga bagian penting dari ketahanan masyarakat pesisir dalam menghadapi perubahan iklim.

Sementara itu, permainan kartu kwartet dimanfaatkan sebagai sarana interaktif untuk mengenalkan cara memilah sampah dari rumah serta menjaga kebersihan lingkungan darat maupun laut.

BACA JUGA :  Banjir Terjang Dusun II Bolapapu, Warga Terpaksa Mengungsi

“Melalui momentum perayaan kemerdekaan ini, anak-anak belajar tentang lingkungan dengan cara yang menyenangkan. Harapannya, pengetahuan ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan hingga menjaga kawasan mangrove,” ujar Ari, perwakilan Pemuda Peduli Mangrove Desa Oncone Raya.

Pengelola Bank Sampah Desa Oncone Raya, Muhajir, menambahkan bahwa menjaga lingkungan merupakan wujud nyata dari semangat kemerdekaan. Menurutnya, ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim harus dibangun melalui aksi bersama yang melibatkan seluruh elemen, termasuk anak-anak dan orang tua.

BACA JUGA :  Eks Napiter Kini Merintis Usaha Gurita dan Madu

“Semangat kemerdekaan terasa semakin bermakna ketika anak-anak tidak hanya merayakannya dengan lomba biasa, tetapi juga belajar menjadi generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan,” tegas Muhajir.

Untuk menunjang keberlanjutan aksi tersebut, para peserta dan orang tua pendamping tidak hanya mendapatkan apresiasi, tetapi juga membawa pulang hadiah edukatif yang dirancang untuk mendukung kebiasaan ramah lingkungan di rumah masing-masing.

Moh. Sharfin
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *