AJI Tunjuk Batam dan Tanjungpinang sebagai Tuan Rumah 2026
Diksi.net, Makassar – Festival Media (Fesmed) 2025 yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Gedung E Benteng Ujung Pandang, Makassar, resmi berakhir pada Minggu malam (14/9). Berlangsung sejak 12 September, acara ini menjadi panggung kolaborasi jurnalis, aktivis, dan masyarakat sipil dalam memperjuangkan kebebasan pers dan jurnalisme berkualitas di tengah tantangan zaman.
Ketua AJI Indonesia, Nany Afrida, dalam sambutan penutupan menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara yang diisi puluhan diskusi, pameran, dan pemutaran film. Ia mengapresiasi kerja keras panitia serta partisipasi aktif jurnalis warga yang memeriahkan festival.
“Salam independen! Terima kasih kepada panitia dan jurnalis warga. Fesmed 2025 selesai tanpa hambatan berarti, menjadi bukti komitmen kita untuk menjaga kebebasan pers,” ujar Nany.
Nany menegaskan bahwa Fesmed bukan sekadar ajang tahunan, melainkan wadah untuk memperdalam pemahaman tentang peran media di tengah tantangan seperti kriminalisasi jurnalis, tekanan politik, dan ancaman terhadap kebebasan berekspresi. “Semoga Fesmed menciptakan pemahaman baru tentang media dan tantangannya. Mari kita lindungi jurnalis, bukan memukuli mereka,” tegasnya, disambut tawa dan tepuk tangan peserta.
Fesmed 2025 menghadirkan puluhan diskusi yang membahas isu krusial seperti demokrasi, kebebasan pers, HAM, dan konflik agraria, serta pameran dan pemutaran film yang menggambarkan perjuangan jurnalisme. Nany berharap acara ini meninggalkan jejak mendalam, khususnya di Sulawesi Selatan, sebagai pengingat akan pentingnya jurnalisme yang independen dan bertanggung jawab.
“Diskusi, pameran, dan film di Fesmed membawa pesan kuat tentang jurnalisme. Semoga ini menjadi memori indah yang menginspirasi kita semua,” tambahnya.
Sebagai puncak acara, Nany mengumumkan tuan rumah Fesmed berikutnya. “AJI Kota Batam dan Kota Tanjungpinang akan menjadi tuan rumah Fesmed 2026!” katanya, disambut sorak dan tepuk tangan meriah dari peserta.
Dengan berakhirnya Fesmed 2025, tongkat estafet perjuangan jurnalisme independen kini beralih ke Kepulauan Riau. Festival berikutnya diharapkan melanjutkan semangat kolaborasi untuk memperkuat kebebasan pers, menyuarakan narasi alternatif, dan melindungi jurnalis dari berbagai ancaman.
Fesmed 2025 di Makassar tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga pengingat akan peran vital media sebagai pilar demokrasi. Dengan semangat inklusif, festival ini berhasil mempertemukan berbagai kalangan untuk membahas tantangan dan peluang jurnalisme di era modern. Keberhasilan acara ini menjadi landasan kuat bagi Fesmed 2026 di Batam dan Tanjungpinang untuk terus memperjuangkan kebebasan pers di Indonesia.



