Ahmad Ali Centre Tegaskan Independensi Relawan di Sulteng

waktu baca 2 menit

Diksi.net, Palu – Organisasi relawan Ahmad Ali Centre (AAC) resmi diaktifkan kembali dan mendeklarasikan diri sebagai wadah kemanusiaan yang sepenuhnya independen. Deklarasi yang berlangsung di Hotel Best Western Plus Coco Palu pada Jumat (17/7/2026) ini menegaskan babak baru AAC yang kini melepaskan diri dari segala bentuk afiliasi politik.

Acara ini dihadiri oleh ribuan perwakilan relawan dari 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah (Sulteng). Turut hadir pula dalam barisan undangan, komedian sekaligus anggota DPD RI, Narji.

Ketua Umum Relawan AAC Sulawesi Tengah, Fahrudin Yunus, mengungkapkan bahwa deklarasi ini menjadi momentum penting untuk menggerakkan kembali mesin organisasi kemanusiaan yang pertama kali dibentuk pada tahun 2018 tersebut.

BACA JUGA :  DPRD Sulteng Konsultasikan Raperda Komunikasi dan Informatika di Kemendagri

Fahrudin tidak menampik bahwa pada Pemilu 2024 lalu, AAC sempat bergerak di ranah politik praktis untuk mendukung calon legislatif dari Partai NasDem. Namun, seiring berjalannya waktu dan evaluasi organisasi, arah pergerakan AAC kini diubah total.

“AAC merupakan wadah relawan yang bekerja secara sukarela dan bahu-membahu. Kami tegaskan, hari ini AAC bukan organisasi sayap dan tidak berada di bawah naungan partai politik tertentu. Organisasi ini berdiri mandiri dan independen,” ujar Fahrudin.

Deklarasi ini juga dirangkaikan dengan penyerahan mandat resmi kepada seluruh koordinator daerah (korda) dari 13 kabupaten/kota di Sulteng guna memperkuat konsolidasi internal.

Senada dengan Fahrudin, pendiri AAC, Ahmad Ali, menegaskan komitmennya untuk mengembalikan organisasi ini ke fungsi utamanya, yaitu melayani masyarakat Sulteng di bidang sosial dan kemanusiaan.

BACA JUGA :  Arjuna Terpilih Jadi Sapi Kurban RI 1 Untuk Sulteng

Ahmad Ali menyadari munculnya spekulasi publik yang mengaitkan pengaktifan kembali AAC dengan kepentingan politik elektoral. Apalagi, saat ini dirinya memegang jabatan strategis sebagai Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Kendati demikian, ia menjamin posisi dirinya di partai tidak akan memengaruhi netralitas para relawan AAC.

“Hari ini saya ingin menegaskan bahwa Ahmad Ali Centre tidak lagi untuk kepentingan politik. Saya adalah Ketua PSI, tetapi AAC tidak akan digunakan untuk kepentingan PSI maupun partai politik mana pun. Organisasi ini berdiri secara independen untuk kepentingan kemanusiaan,” tegas Ahmad Ali.

BACA JUGA :  Paket Isi Sabu di Temukan Petugas Lapas Luwuk

Ia menambahkan, wadah yang tulus sangat dibutuhkannya agar bisa terus memberikan kontribusi nyata dan berguna bagi masyarakat Sulawesi Tengah.

Guna memperkuat legalitas dan profesionalitas ke depan, Ahmad Ali membeberkan rencana besar untuk melembagakan AAC secara resmi menjadi sebuah yayasan. Langkah ini diambil agar seluruh program sosial memiliki payung hukum yang jelas, dikelola secara transparan, dan dapat berjalan secara berkelanjutan (sustainable).

Ke depan, Yayasan Ahmad Ali Centre diproyeksikan menjadi payung utama bagi para relawan dalam mengeksekusi berbagai program strategis, mulai dari aksi kemanusiaan, pembenahan sektor pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat di Sulawesi Tengah.

Andi Syaifullah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *