434.587 Anak Jadi Target Pemberian IDL di Sulawesi Tengah Untuk Cegah Polio

waktu baca 2 menit

Diksi.net, Palu – Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah (Sulteng) menargetkan 434.587 anak atau sekitar 95 persen anak di 13 Kabupaten-Kota menerima imunisasi polio. Hal ini sebagai respon pemerintah yang telah menetapkan status KLB (Kejadian Luar Biasa) dari penemuan sejumlah kasus lumpuh layu yang disebabkan oleh polio tipe cVPDV2 dalam kurun waktu 2022 hingga saat ini. 

Untuk saat ini kasus polio yang telah ditemukan oleh pemerintah tersebar di wilayah provinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Regional Papua. 

“Kasus lumpuh layu yang di sebabkan oleh polio berkaitan langsung dengan cakupan imunisasi yang rendah dan tidak merata di wilayah tersebut,” ungkap  Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Jumriani (04/07/2024).

BACA JUGA :  Palu Jadi Pilot Project Ekonomi Sirkular Jepang, Sampah Kota Jadi Biogas & Pupuk

ia juga mengatakan sebagai langkah untuk mengakhiri transmisi virus polio pemerintah sedang menjalankan pemberian imunisasi massal polio pada semua wilayah yang melaporkan kasus.

Dari data yang dimiliki Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Tojo Una-Una menjadi Kabupaten dengan capaian pemberian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) paling rendah dengan persentase sebesar 12,15 persen atau sebanyak 7209 anak, disusul oleh Banggai Laut dengan persentase 14,53 persen  atau sebanyak 7211 anak, dilanjutkan dengan kabupaten Donggala dengan persentase sebesar 15,21 persen atau sebanyak 7203 anak.

BACA JUGA :  Polda Sulteng Amankan 6 Unit Alat Berat di Lokasi Peti

Sementara Kota Palu menempati peringkat pertama dengan persentase terbesar yaitu 49,44 persen atau sebanyak 7271 anak, kemudian Morowali Utara dengan persentase 39,06 persen atau sebanyak 7212 anak, dan di urutan ke 3 adalah kabupaten Morowali sebesar 39,00 persen atau sebanyak 7206 anak.

“Untuk mencegah penyebaran dan memutus transmisi virus polio, pemerintah telah menetapkan Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio pada 27 provinsi termasuk Sulawesi Tengah yang masuk dalam fase 2,” ucap Jumriani.

Pemberian imunisasi nOPV2 yang akan dilakukan sebanyak 2 putaran dengan sasaran anak usia 0-7 tahun akan dimulai pada 23 Juli 2024 bertepatan dengan PIN Polio. Pelaksanaan PIN Polio harus dijalankan pada semua wilayah kerja Puskesmas di Sulawesi Tengah dengan target capaian 95 persen disetiap wilayah guna pembentukan kekebalan kelompok dari virus polio yang ditemukan saat ini.

BACA JUGA :  Upaya Bersama Melawan Ancaman Peti di Kawasan TNLL

“Pemberian imunisasi bOPV/Polio tetes sebanyak 4 dosis dan imunisasi IPV sebanyak 2 dosis guna memberikan perlindungan penuh dari virus polio. bOPV/ polio tetes untuk mencegah polio tipe 1 dan 3, dan IPV untuk mencegah tipe polio 1,2, dan 3,” ujar Kabid Kabid P2P Dinkes Sulteng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *