Membuka Jalan Pendidikan Tinggi untuk Generasi Muda Sulawesi Tengah

waktu baca 3 menit
Manager Program Educare Yayasan Hadji Kalla, Therry Alghifary, memaparkan program Beasiswa Kalla dalam media gathering di Tanaris Coffe, Kota Palu. (Foto : ist).

Diksi.net, Palu – Yayasan Hadji Kalla kembali menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda dari keluarga prasejahtera di Indonesia Timur, khususnya di Sulawesi Tengah. Melalui Program Beasiswa Kalla 2024, yayasan ini tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menawarkan pelatihan pengembangan diri yang terstruktur untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan esensial.

Program ini telah menjangkau 503 mahasiswa dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. Di Sulawesi Tengah, tantangan putus kuliah masih signifikan, dengan 5.717 mahasiswa tercatat berhenti kuliah antara 2020–2022 berdasarkan Statistik Pendidikan Tinggi. Angka ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan intervensi pendidikan yang berkelanjutan.

“Beasiswa Kalla bukan sekadar bantuan biaya, tetapi juga investasi untuk menjaga semangat belajar mahasiswa agar mereka dapat menyelesaikan pendidikan tanpa hambatan,” ujar Therry Alghifary, Manager Educare LAZ Hadji Kalla. Ia menambahkan bahwa program ini dirancang untuk mencetak agen perubahan melalui pelatihan kepemimpinan, keterlibatan sosial, dan kesempatan magang.

BACA JUGA :  22 Anggota Polda Sulteng di PTDH Sepanjang Tahun 2022

Pada 2025, Beasiswa Kalla disalurkan dalam dua periode (semester genap dan ganjil) dengan nilai hingga Rp7.500.000 per mahasiswa. Sebanyak 88% dana dialokasikan langsung ke rekening kampus mitra, sementara 12% disalurkan ke rekening mahasiswa di kampus non-mitra. Seluruh penerima beasiswa termasuk dalam kategori Asnaf Fisabilillah, berasal dari keluarga prasejahtera yang telah diverifikasi oleh kampus.

Selain bantuan finansial, Yayasan Hadji Kalla menyelenggarakan Kelas Pengembangan Diri di berbagai kota, termasuk Palu. Pelatihan ini mencakup materi seperti literasi digital, ketangguhan diri, strategi belajar, manajemen keuangan, dan komunikasi efektif. Setiap sesi dihadiri rata-rata 108 mahasiswa dengan tingkat kepuasan mencapai 92,6%. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 95,8% penerima beasiswa berhasil membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan melanjutkan studi mereka.

BACA JUGA :  Kapal Kandas di Perairan Bahodopi, Tim SAR Gabungan Evakuasi 75 Orang

Rektor Universitas Abdul Azis Lamadjido (U-Azlam), Dr. H. Muhammad Darma Halmi, SE, MM, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Yayasan Hadji Kalla dalam acara Campus dan Media Gathering. “Program ini sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa di daerah kami. Banyak yang cerdas dan bersemangat, tetapi terkendala biaya. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut,” katanya.

BACA JUGA :  Mat Lahay Siap Menangkan Berani di Touna

Salah satu penerima beasiswa, Fitri Almirah Maulidya Khairul Otoluwa, mahasiswi semester tujuh Administrasi Publik Universitas Tadulako, berbagi pengalamannya. “Beasiswa Kalla bukan hanya menyelamatkan saya dari ancaman putus kuliah, tetapi juga memperluas wawasan dan meningkatkan kepercayaan diri melalui pelatihan. Saya kini lebih siap menghadapi dunia kerja,” ungkapnya.

Yayasan Hadji Kalla terus menggandeng kampus mitra seperti Universitas Tadulako, IAIN Palu, dan sejumlah perguruan tinggi swasta di Sulawesi Tengah untuk memperluas jangkauan program. Harapannya, lebih banyak mahasiswa prasejahtera dapat mengakses pendidikan tinggi dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Informasi lebih lanjut tentang pendaftaran dan ketentuan Beasiswa Kalla 2024 dapat diakses melalui situs resmi Yayasan Hadji Kalla di www.yayasanhadjikalla.or.id.

Istianah
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *