HUT Bhayangkara: Dari Dibonceng Motor hingga Beri Nasi Tumpeng
Diksi.net, Morut – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79 di Aula Polres Morowali Utara (Morut) pada Selasa, 1 Juli 2025, berlangsung penuh makna. Nasi tumpeng, simbol syukur dan kebersamaan, menjadi sorotan utama dalam acara syukuran ini, menghadirkan momen haru.
Dalam suasana penuh keakraban, Kapolres Morut AKBP Reza Khomeini, menyerahkan nasi tumpeng kepada dua anggota Polres Morut: AKP Suhartono, anggota tertua, dan Gabriella, anggota termuda. Acara ini disaksikan oleh Bupati Morut Delis Djulkerson Hehi, perwakilan DPRD Morut Helen, serta sejumlah pejabat lainnya.
Saat menyerahkan nasi tumpeng kepada AKP Suhartono, Kapolres Reza tampak terbata-bata, seolah menahan haru. “Pak Suhartono ini dulu bonceng-bonceng saya di motor waktu di Baturube. Tidak menyangka hari ini saya yang memberi nasi tumpeng kepada beliau di HUT Bhayangkara ke-79,” ujarnya.
Pernyataan spontan ini mengundang decak kagum dari para hadirin, termasuk undangan di luar jajaran Polres Morut. Momen ini menggambarkan ikatan kuat dan kenangan mendalam antara Reza dan Suhartono, yang berawal dari masa lalu yang sederhana.
Kisah keduanya bermula pada 2007, saat Reza masih menjabat sebagai Kapolsek Bungku Utara, yang kala itu masih bagian dari Kabupaten Morowali. Pada masa itu, bencana longsor dahsyat melanda Desa Ue Ruru, menewaskan ratusan jiwa dan menghancurkan desa. Saat itu, Suhartono, yang kini menjabat sebagai Kasubag Begpal Baglog Polres Morut, sering membonceng Reza dengan motor dinas.
Delapan belas tahun kemudian, Reza kini menjadi Kapolres Morut dengan pangkat AKBP, sementara Suhartono menjadi anggota tertua di Polres Morut dengan pangkat AKP. Perjalanan panjang ini menjadi simbol dedikasi dan pengabdian mereka dalam menjaga keamanan masyarakat.
Perayaan HUT Bhayangkara ke-79 tidak hanya menjadi ajang syukur, tetapi juga refleksi atas peran Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Nasi tumpeng yang diserahkan dalam acara ini melambangkan harapan akan kebersamaan dan semangat pengabdian yang terus terjaga.
Acara ini juga menjadi pengingat bahwa di balik seragam dan pangkat, terdapat kisah-kisah kemanusiaan yang memperkuat solidaritas di tubuh Polri.
“Momen seperti ini mengingatkan kita untuk tidak melupakan perjalanan dan pengabdian bersama,” tutup Reza.



