Workshop CSR Dorong Pemberdayaan Petani Perempuan untuk Produktivitas dan Pendapatan
Diksi.net, Pasangkayu – Sebuah workshop bertajuk “Akses terhadap Sumber Daya untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani Kecil melalui Pendekatan Corporate Social Responsibility (CSR)” sukses digelar di Desa Rio Mukti, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Tengah. Acara ini bertujuan memperkuat kapasitas kelompok perempuan tani Maju Jaya dalam mengakses sumber daya pertanian dan ekonomi keluarga.
Rizal, perwakilan dari Relawan untuk Orang dan Alam (ROA), menjelaskan bahwa workshop ini dirancang untuk memberdayakan perempuan petani di Desa Rio Mukti, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi perempuan petani untuk memahami hak dan peluang mereka dalam memanfaatkan program CSR, yang selama ini lebih banyak diakses oleh kelompok dominan,” ujarnya.
Rizal menegaskan bahwa perempuan memainkan peran kunci dalam pengelolaan lahan dan keuangan rumah tangga petani. Namun, mereka sering kali tidak mendapatkan akses dan pengakuan yang setara.
“Melalui pendekatan CSR yang responsif gender, kami mendorong perusahaan dan pemerintah untuk lebih terbuka terhadap partisipasi aktif kelompok perempuan tani,” tambahnya.
Workshop ini menghadirkan materi strategis, seperti pengorganisasian kelompok perempuan, pemetaan sumber daya yang tersedia, dan teknik membangun dialog konstruktif dengan pihak perusahaan. Peserta diajak untuk memahami cara menyusun agenda kerja kolektif guna memperjuangkan kebutuhan mereka.
Nengah Wantri, Ketua Kelompok Perempuan Maju Jaya, menyampaikan antusiasmenya pasca-workshop. “Kami sekarang tahu cara menyusun agenda kerja kelompok dan menyuarakan kebutuhan secara kolektif. Selama ini kami hanya menunggu, tapi sekarang kami ingin bergerak,” ungkapnya penuh semangat.
Ia berharap dukungan dari ROA dan perusahaan setempat dapat meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok.
Sebagai tindak lanjut, workshop ini menghasilkan kesepakatan untuk mengadakan pelatihan lanjutan guna meningkatkan kapasitas kelompok perempuan Maju Jaya.
Pelatihan ini diarahkan untuk mendukung peningkatan pendapatan anggota kelompok secara langsung. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membangun kemitraan yang lebih setara, berkeadilan, serta memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Workshop ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga momentum untuk memperkuat posisi perempuan petani dalam mengakses peluang ekonomi dan sosial. Dengan pendekatan CSR yang responsif gender, diharapkan lebih banyak perempuan petani di Rio Mukti dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa, sekaligus meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga mereka.



